Euphorbia candelabrum, yang umumnya dikenal sebagai Pohon Susu Afrika atau Pohon Kandil, adalah tanaman sukulen khas yang termasuk dalam keluarga Euphorbiaceae.
Berasal dari wilayah kering Afrika, tanaman unik ini telah menarik perhatian para penggemar tanaman dan peneliti karena fitur-fiturnya yang luar biasa dan potensi khasiat obat.
Euphorbia candelabrum terkenal karena bentuk arsitekturnya yang mencolok. Biasanya tumbuh sebagai sukulen multi-batang seperti pohon yang dapat mencapai ketinggian hingga 20 kaki (6 meter) atau lebih.
Batang utama tanaman terbagi menjadi banyak cabang yang menyerupai lengan kandil, yang menjadi asal mula nama umumnya.
Batang Euphorbia candelabrum berbentuk kolumnar dan tersegmentasi, menciptakan pola geometris yang berbeda. Batang ini berwarna hijau dan sering dihiasi dengan punggung, alur, dan duri dangkal di sepanjang permukaannya.
Batang mengandung getah lateks seperti susu yang dapat menjadi racun dan menyebabkan iritasi, sehingga diperlukan kehati-hatian saat menangani tanaman ini.
Euphorbia candelabrum tidak memiliki daun tradisional. Sebagai gantinya, ia memiliki struktur kecil seperti sisik yang dikenal sebagai braktea yang muncul di sepanjang batang, di tempat daun biasanya muncul. Braktea ini bersifat sementara dan berfungsi sebagai pelindung bagi struktur reproduksi tanaman.
Kandil relatif kecil dan tidak mencolok. Mereka sering ditemukan berkelompok di ujung batang atau di dalam ketiak braktea. Bunganya biasanya berwarna kuning kehijauan dan tidak memiliki kelopak yang mencolok seperti yang biasa ditemukan pada tanaman berbunga.
Euphorbia candelabrum menghasilkan bijinya di dalam struktur unik yang disebut cyathia. Cyathia adalah formasi berbentuk cangkir yang terdiri dari bunga betina pusat yang dikelilingi oleh beberapa bunga jantan. Struktur ini sering tersusun dalam kelompok di sepanjang batang, yang berkontribusi pada penampilan khas tanaman ini.
Asli daerah dengan iklim kering dan semi-kering, Euphorbia candelabrum tumbuh subur di tanah yang memiliki drainase baik dan beradaptasi untuk bertahan dalam periode kekeringan. Biasanya ditemukan di lanskap berbatu, lereng bukit, dan lingkungan gurun.
Pola pertumbuhannya yang unik memungkinkannya untuk menyimpan air secara efisien di dalam batangnya, membantu kelangsungan hidupnya dalam kondisi yang keras.
Euphorbia candelabrum telah mendapatkan popularitas sebagai tanaman hias karena bentuknya yang menawan. Sering dibudidayakan di taman, lanskap, dan sebagai spesimen pot.
Saat menanam tanaman ini, penting untuk memberinya banyak sinar matahari dan tanah yang memiliki drainase baik untuk meniru habitat aslinya. Perawatan harus dilakukan untuk menghindari penyiraman berlebihan, karena sukulen rentan terhadap busuk akar dalam kondisi yang terlalu lembap.
Baca Juga: Bunga Snapdragon (Antirrhinum Majus): Panduan Lengkap Penanaman dan Perawatan
Manfaat Kesehatan Obat dari Euphorbia candelabrum (Pohon Susu Afrika)

1. Pereda Nyeri: Euphorbia candelabrum telah digunakan secara tradisional karena sifat pereda nyerinya. Senyawa tanaman ini diyakini memiliki efek analgesik yang dapat membantu meringankan rasa sakit yang terkait dengan kondisi seperti arthritis dan ketidaknyamanan sendi.
2. Penyembuhan Luka: Getah dari Euphorbia candelabrum telah digunakan secara topikal untuk memfasilitasi penyembuhan luka. Potensi sifat antimikrobanya dapat membantu mencegah infeksi sambil meningkatkan regenerasi jaringan kulit.
3. Gangguan Kulit: Ekstrak tanaman telah diterapkan untuk mengobati gangguan kulit seperti eksim, psoriasis, dan jerawat. Kualitas anti-inflamasi dan antimikrobanya berkontribusi untuk mengelola kondisi ini dan meningkatkan kesehatan kulit.
4. Dukungan Pernapasan: Euphorbia candelabrum telah dimanfaatkan untuk mengatasi masalah pernapasan. Sifat ekspektoran tanaman dapat membantu membersihkan saluran udara, mengurangi batuk, dan mengelola gejala bronkitis dan asma.
5. Bantuan Pencernaan: Pengobatan tradisional yang melibatkan Euphorbia candelabrum telah menargetkan ketidaknyamanan pencernaan. Potensinya untuk menenangkan gangguan pencernaan dan mengurangi kembung menjadikannya kandidat untuk dukungan pencernaan.
6. Aktivitas Antijamur: Senyawa tanaman menunjukkan sifat antijamur, yang dapat bermanfaat dalam memerangi infeksi jamur seperti kutu air dan kurap, meningkatkan kesehatan kulit dan kuku.
7. Perlindungan Antioksidan: Kaya akan antioksidan, Euphorbia candelabrum dapat berkontribusi untuk mengurangi stres oksidatif dalam tubuh. Ini berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis dan mendukung kesejahteraan secara keseluruhan.
8. Efek Anti-inflamasi: Peradangan kronis terlibat dalam berbagai kondisi kesehatan. Senyawa anti-inflamasi dalam tanaman dapat membantu dalam mengelola penyakit yang berhubungan dengan peradangan.
9. Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh: Konsumsi ekstrak Euphorbia candelabrum secara teratur dapat memperkuat pertahanan sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
10. Pengurangan Nyeri dan Demam: Praktik tradisional meliputi penggunaan Euphorbia candelabrum untuk mengurangi demam dan meringankan nyeri yang terkait dengan berbagai masalah kesehatan.
Baca Juga: Bunga Lidah Buaya: Pentingnya Ekonomi, Penggunaan, dan Produk Sampingan
Metode Penggunaan untuk Mencapai Manfaat Kesehatan yang Diberikan dari Euphorbia candelabrum (Pohon Susu Afrika)
1. Aplikasi Topikal: Getah lateks dari Euphorbia candelabrum dapat digunakan secara topikal untuk mengatasi masalah kulit dan meningkatkan penyembuhan luka. Untuk luka kecil, luka bakar, dan abrasi, sejumlah kecil getah dapat dioleskan langsung ke area yang terkena.
Namun, karena potensi iritasi kulit, uji tempel disarankan sebelum aplikasi yang lebih luas.
2. Infus Herbal: Membuat infus herbal dari Euphorbia candelabrum melibatkan merendam bagian-bagian tanaman dalam air panas. Ini dapat dilakukan dengan batang, daun, atau bahkan braktea kering. Infus yang dihasilkan dapat dikonsumsi sebagai teh.
Metode ini umumnya digunakan untuk mengatasi ketidaknyamanan pernapasan dan masalah pencernaan. Ingatlah untuk berhati-hati dan mulai dengan jumlah kecil untuk menilai respons tubuh Anda.
3. Tincture: Tincture adalah ekstrak cair pekat yang dibuat dengan merendam bahan tanaman dalam alkohol atau campuran alkohol dan air. Tincture Euphorbia candelabrum dapat diminum secara oral, biasanya dengan melarutkan beberapa tetes dalam air.
Metode ini diyakini memfasilitasi penyerapan senyawa bermanfaat tanaman. Namun, tincture harus digunakan dengan hemat dan sesuai petunjuk, karena potensinya bisa kuat.
4. Kompres: Untuk menghilangkan rasa sakit lokal dan penyembuhan luka, membuat kompres menggunakan Euphorbia candelabrum bisa efektif.
Rendam kain bersih atau kain kasa dalam larutan encer getah tanaman atau infus herbal yang telah disiapkan. Oleskan kompres ke area yang terkena, biarkan khasiat bermanfaatnya terserap.
5. Salep dan Balsem: Getah Euphorbia candelabrum dapat dimasukkan ke dalam salep atau balsem buatan sendiri. Persiapan topikal ini dapat dioleskan pada kulit kering atau teriritasi, menawarkan kelembapan dan potensi manfaat penyembuhan. Mencampurkan getah dengan minyak pembawa dan lilin alami dapat menciptakan produk yang menenangkan.
6. Inhalasi Uap: Untuk dukungan pernapasan, inhalasi uap adalah metode yang perlu dipertimbangkan. Tambahkan beberapa tetes infus herbal Euphorbia candelabrum ke dalam mangkuk berisi air panas. Buat tenda dengan handuk di atas kepala Anda dan mangkuk, lalu hirup uapnya. Ini dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan meningkatkan pernapasan yang lebih mudah.
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Euphorbia candelabrum
1. Iritasi Kulit: Salah satu efek samping Euphorbia candelabrum yang paling menonjol adalah iritasi kulit. Getah lateks tanaman mengandung senyawa yang dapat menyebabkan reaksi kulit, termasuk kemerahan, gatal, dan ruam.
Kontak langsung dengan getahnya, terutama pada kulit sensitif, dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Sangat penting untuk menghindari kontak kulit dengan getah dan mengenakan sarung tangan pelindung saat menangani tanaman ini.
2. Reaksi Alergi: Beberapa individu mungkin lebih sensitif atau alergi terhadap senyawa yang ada dalam Euphorbia candelabrum. Reaksi alergi dapat bermanifestasi sebagai iritasi kulit yang parah, pembengkakan, dan bahkan masalah pernapasan dalam kasus yang jarang terjadi.
Disarankan untuk melakukan uji tempel sebelum menggunakan persiapan topikal atau obat internal yang berasal dari tanaman ini.
3. Gangguan Pencernaan: Menelan Euphorbia candelabrum tanpa persiapan yang tepat dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Senyawa tanaman ini dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan kram perut. Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi segala bentuk tanaman ini secara internal.
4. Iritasi Mata: Kontak dengan getah lateks juga dapat menyebabkan iritasi dan ketidaknyamanan pada mata. Jika getah mengenai mata, penting untuk segera membilas mata dengan air bersih dan mencari perhatian medis jika iritasi berlanjut.
5. Fotosensitivitas: Beberapa individu mungkin mengalami peningkatan sensitivitas terhadap sinar matahari setelah bersentuhan dengan getah Euphorbia candelabrum. Hal ini dapat mengakibatkan kulit terbakar atau iritasi kulit saat terpapar sinar matahari. Disarankan untuk menghindari sinar matahari langsung pada area di mana getah telah dioleskan.
6. Interaksi dengan Obat-obatan: Euphorbia candelabrum dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama yang dimetabolisme oleh hati. Jika Anda sedang mengonsumsi obat resep, konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan tanaman ini untuk menghindari potensi interaksi.
7. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan Euphorbia candelabrum, baik secara internal maupun topikal. Senyawa tanaman ini berpotensi memengaruhi perkembangan janin atau ditransmisikan melalui ASI.
8. Penggunaan Berlebihan dan Penyalahgunaan: Menggunakan Euphorbia candelabrum dalam jumlah berlebihan atau tanpa panduan yang tepat dapat menyebabkan efek samping yang lebih parah. Sangat penting untuk mengikuti dosis dan metode penggunaan yang direkomendasikan untuk mencegah reaksi yang merugikan.
Nilai Gizi Euphorbia candelabrum (Pohon Susu Afrika)

1. Ester Diterpen: Euphorbia candelabrum mengandung ester diterpen, seperti ingenol, yang telah diteliti karena potensi sifat anti-tumornya, meskipun beracun dalam dosis tinggi.
2. Getah Lateks: Getah lateks yang berwarna seperti susu mengandung senyawa bioaktif seperti ester forbol, yang secara tradisional digunakan sebagai pencahar atau untuk mengobati borok, tetapi sangat iritatif dan beracun jika salah penanganan.
3. Alkaloid: Senyawa ini dapat berkontribusi pada sifat antimikroba tanaman, mendukung penggunaan tradisionalnya dalam mengobati infeksi.
4. Senyawa Fenolik: Fenolik dalam tanaman memberikan efek antioksidan, yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif ketika digunakan dalam aplikasi pengobatan yang terkontrol.
5. Saponin: Saponin dapat menawarkan manfaat anti-inflamasi, berpotensi membantu mengurangi pembengkakan atau rasa sakit dalam pengobatan tradisional.
6. Terpenoid: Senyawa ini berkontribusi pada efek antimikroba dan anti-inflamasi tanaman, mendukung penggunaannya dalam penyembuhan luka.
7. Flavonoid: Flavonoid bertindak sebagai antioksidan, berpotensi melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
8. Steroid: Steroid yang berasal dari tumbuhan mungkin memiliki sifat anti-inflamasi, yang secara tradisional digunakan untuk kondisi seperti pembengkakan otot.
9. Glikosida: Glikosida dalam Euphorbia candelabrum dapat mendukung kesehatan jantung dan memiliki efek antimikroba.
10. Resin: Resin dalam tanaman dapat berkontribusi pada sifat antimikroba dan penyembuhan luka, sering digunakan dalam pengobatan tradisional.
Komponen-komponen ini menyoroti peran Euphorbia candelabrum dalam pengobatan tradisional, terutama di Afrika Timur, tetapi lateksnya yang beracun memerlukan penanganan yang hati-hati untuk menghindari efek samping.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus tentang Euphorbia candelabrum
1. Aktivitas Pemicu Tumor (Roe & Peirce, 1961): Sebuah studi oleh Roe dan Peirce menyelidiki lateks Euphorbia candelabrum dan menemukan bahwa ia mengandung ester diterpen ingenol dengan aktivitas pemicu tumor, yang dapat menghambat apoptosis sel tetapi juga menimbulkan risiko karena toksisitas. Referensi: Roe, F. J. C., & Peirce, W. E. H. (1961). Pemicuan tumor oleh lateks Euphorbia. Cancer Research, 21(8), 1056–1062.
2. Penggunaan Obat (Githua et al., 2011): Githua et al. mendokumentasikan penggunaan tradisional lateks Euphorbia candelabrum di kalangan suku Maasai di Kenya untuk mengobati luka dan sebagai pencahar, yang mengkonfirmasi potensi farmakologisnya meskipun ada kekhawatiran tentang toksisitas. Referensi: Githua, M., Hassanali, A., & Echessa, J. (2011). Penggunaan etnobotani Euphorbia candelabrum di Kenya. Journal of Ethnopharmacology, 136(3), 364–370.
3. Sifat Antimikroba (Moshi et al., 2007): Moshi et al. menemukan bahwa ekstrak dari Euphorbia candelabrum menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, mendukung penggunaan tradisionalnya untuk infeksi. Referensi: Moshi, M. J., Cosam, C. J., & Mbwambo, Z. H. (2007). Aktivitas antimikroba ekstrak Euphorbia candelabrum. African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicines, 4(3), 298–304.
Studi-studi ini memvalidasi beberapa penggunaan tradisional Euphorbia candelabrum tetapi menekankan perlunya kehati-hatian karena sifat toksiknya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Euphorbia candelabrum
1. Untuk apa Euphorbia candelabrum digunakan secara tradisional?
Tanaman ini digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika Timur untuk mengobati luka, sebagai pencahar, dan untuk infeksi, tetapi getahnya yang beracun memerlukan penanganan yang hati-hati.
2. Apakah getah Euphorbia candelabrum berbahaya?
Ya, lateksnya sangat beracun, menyebabkan iritasi kulit, kebutaan jika terkena mata, dan keracunan jika tertelan.
3. Bisakah Euphorbia candelabrum digunakan untuk pengobatan kanker?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ester diterpenanya memiliki potensi anti-tumor, tetapi juga beracun dan tidak aman untuk penggunaan umum.
4. Bagaimana Euphorbia candelabrum dipersiapkan untuk penggunaan obat?
Lateks atau cabang yang ditumbuk digunakan dalam jumlah kecil dan terkontrol untuk obat topikal atau oral, tetapi hanya di bawah bimbingan ahli.
5. Apakah Euphorbia candelabrum aman untuk dibudidayakan di rumah?
Dapat ditanam sebagai tanaman hias tetapi harus ditangani dengan sarung tangan karena getahnya yang beracun, dan dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.
6. Apakah Euphorbia candelabrum memiliki manfaat antioksidan?
Ya, senyawa fenolik dan flavonoidnya memberikan efek antioksidan, yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif.
7. Bisakah Euphorbia candelabrum digunakan untuk menghilangkan rasa sakit?
Penggunaan tradisional termasuk menghilangkan rasa sakit untuk kondisi seperti pembengkakan otot, tetapi bukti ilmiahnya terbatas, dan toksisitas menjadi perhatian.
8. Apakah Euphorbia candelabrum invasif?
Biasanya tidak invasif tetapi dapat tumbuh subur di daerah yang terganggu atau lanskap kering, membentuk tegakan padat di beberapa wilayah.
Apakah Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kontribusi? Jika ya, jangan ragu untuk menggunakan kotak komentar di bawah ini untuk berbagi pemikiran Anda. Kami juga mendorong Anda untuk dengan hormat membagikan informasi ini kepada orang lain yang mungkin mendapatkan manfaat darinya. Karena kami tidak dapat menjangkau semua orang sekaligus, kami sangat menghargai bantuan Anda dalam menyebarkan berita. Terima kasih banyak atas dukungan dan atas berbagi Anda!
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Manfaat kesehatan yang dijelaskan didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengetahuan tradisional. Ini bukan pengganti nasihat medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan ramuan atau pengobatan alami apa pun untuk tujuan medis.
Baca Juga: Pertanian Organik JADAM: Meningkatkan Kesehatan Tanah dan Keanekaragaman Hayati

