Schisandra chinensis, yang dikenal secara umum sebagai Schisandra atau Wu Wei Zi, adalah tanaman merambat berkayu yang berasal dari hutan-hutan di Cina Timur Laut dan sebagian Rusia. Ia merupakan anggota dari keluarga Schisandraceae dan memiliki sejarah panjang penggunaan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Tanaman ini sangat dihargai karena berbagai khasiat obat dan adaptogeniknya.
Schisandra chinensis adalah tanaman merambat gugur yang dapat tumbuh hingga 30 kaki (9 meter) panjangnya. Ia menempelkan dirinya pada pohon dan permukaan lain menggunakan sulurnya.
Daunnya berselang-seling, elips, dan berwarna hijau tua, dengan tampilan mengkilap. Panjangnya sekitar 2 hingga 4 inci (5 hingga 10 sentimeter).
Tanaman ini menghasilkan bunga kecil yang tidak mencolok yang biasanya berwarna putih atau merah muda pucat. Bunga-bunga ini tersusun dalam kelompok dan memiliki aroma harum yang khas.
Fitur yang paling khas dari Schisandra adalah buah beri merah cerahnya. Buah beri ini kecil, bulat, dan tumbuh dalam kelompok, menyerupai untaian manik-manik. Buah beri ini memiliki kombinasi rasa yang unik: manis, asam, asin, pahit, dan pedas, yang menyebabkan julukannya “buah lima rasa.”
Manfaat Kesehatan Obat dari Schisandra chinensis (Schisandra)

Schisandra chinensis, sering disebut sebagai Schisandra atau Wu Wei Zi, menawarkan berbagai manfaat kesehatan obat karena kombinasi unik senyawa bioaktifnya.
Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan utama dari Schisandra chinensis, beserta contoh yang mudah dipahami:
1. Sifat Adaptogenik: Schisandra terkenal karena efek adaptogeniknya, yang berarti dapat membantu tubuh beradaptasi dengan berbagai stresor dan menjaga keseimbangan. Ia dapat memodulasi respons stres dengan mendukung kelenjar adrenal dan aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA). Misalnya, selama periode kerja yang sangat penuh tekanan, penggunaan Schisandra yang konsisten dapat membantu seseorang merasa lebih tangguh dan tidak terlalu lelah.
2. Kesehatan Hati dan Detoksifikasi: Herbal ini digunakan untuk mendukung kesehatan hati dan membantu proses detoksifikasi. Ia dapat meningkatkan produksi enzim hati yang berperan dalam mendetoksifikasi zat berbahaya. Misalnya, setelah periode menikmati makanan yang kaya dan berlemak, memasukkan Schisandra ke dalam diet seseorang dapat membantu meningkatkan fungsi hati dan membersihkan racun yang terakumulasi.
3. Efek Antioksidan: Kandungan antioksidan Schisandra yang kaya, termasuk lignan dan flavonoid, membantu melawan stres oksidatif dan kerusakan akibat radikal bebas. Konsumsi teratur dapat berkontribusi pada penuaan yang lebih sehat dan mengurangi risiko penyakit kronis. Sebagai analogi, sama seperti diet kaya antioksidan membantu mencegah karat pada benda logam, antioksidan Schisandra melindungi sel-sel kita dari kerusakan.
4. Peningkatan Kognitif: Herbal ini diyakini dapat meningkatkan fungsi kognitif, termasuk peningkatan memori dan konsentrasi. Ini mungkin sangat berguna selama periode belajar intensif atau pekerjaan mental yang berat, memungkinkan individu untuk tetap fokus dan tajam.
5. Kinerja dan Daya Tahan Fisik: Potensi Schisandra untuk meningkatkan kinerja dan daya tahan fisik dapat diibaratkan memiliki gigi ekstra saat berolahraga. Ini dapat meningkatkan efisiensi pernapasan dan fungsi kardiovaskular, yang mengarah pada peningkatan tingkat daya tahan selama latihan atau aktivitas fisik.
6. Dukungan Sistem Kekebalan Tubuh: Schisandra diperkirakan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh menangkal infeksi. Selama musim dingin dan flu, mengintegrasikan Schisandra ke dalam rutinitas kesehatan seseorang dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap penyakit.
7. Pengurangan Stres dan Pereda Kecemasan: Karena sifat adaptogeniknya, Schisandra dapat membantu meringankan stres dan kecemasan. Anggap saja sebagai sekutu herbal yang menenangkan yang membantu menjaga keadaan emosi yang seimbang, mirip dengan bagaimana praktik meditasi dapat meningkatkan ketenangan.
8. Kesehatan Kulit: Sifat antioksidan dan anti-inflamasi Schisandra dapat berkontribusi pada kulit yang lebih sehat. Menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung ekstrak Schisandra dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan lingkungan dan menjaga penampilan awet muda.
9. Keseimbangan Hormonal: Penggunaan tradisional menunjukkan bahwa Schisandra dapat mendukung keseimbangan hormonal, terutama pada wanita. Ini dapat membantu meringankan ketidaknyamanan menstruasi dan fluktuasi hormonal. Bayangkan itu sebagai cara alami untuk menjaga ritme hormonal yang stabil, seperti melodi yang menenangkan di latar belakang.
10. Efek Anti-Inflamasi: Sifat anti-inflamasi Schisandra mungkin memiliki manfaat untuk berbagai kondisi peradangan. Ini bisa dibandingkan dengan menggunakan es untuk mengurangi peradangan setelah cedera, tetapi pada tingkat seluler.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun Schisandra chinensis menjanjikan di bidang-bidang ini, respons individu dapat bervariasi. Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan Schisandra untuk manfaat kesehatannya, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Baca Juga: Panduan Menanam dan Merawat Rumput Floratam (Stenotaphrum Secundatum)
Metode Penggunaan untuk Mencapai Manfaat Kesehatan yang Diberikan dari Schisandra chinensis (Schisandra)
Schisandra chinensis dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk untuk mencapai manfaat kesehatan obatnya. Metode penggunaan yang tepat tergantung pada manfaat kesehatan spesifik yang ingin Anda capai.
Berikut adalah penjelasan rinci tentang metode penggunaan untuk berbagai tujuan pengobatan Schisandra chinensis:
1. Sifat Adaptogenik: Untuk memanfaatkan efek adaptogenik Schisandra, biasanya dikonsumsi sebagai teh herbal, tingtur, atau dalam bentuk bubuk. Untuk teh, seduh buah beri Schisandra kering dalam air panas selama sekitar 10-15 menit. Tingtur dapat diminum sesuai petunjuk pabrik. Mengonsumsi Schisandra secara konsisten dari waktu ke waktu dapat membantu tubuh Anda menangani stres dengan lebih baik dan meningkatkan ketahanan.
2. Kesehatan Hati dan Detoksifikasi: Untuk mendukung kesehatan hati dan detoksifikasi, Schisandra dapat dikonsumsi sebagai tincture atau dimasukkan ke dalam formula herbal pendukung hati. Mengonsumsinya dalam bentuk bubuk atau menambahkan buah beri kering ke dalam makanan Anda juga bisa bermanfaat. Anda mungkin mempertimbangkan teh detoks atau suplemen yang mengandung Schisandra untuk membantu proses detoks alami hati.
3. Efek Antioksidan: Untuk mendapatkan manfaat dari antioksidan Schisandra, disarankan untuk mengonsumsi buah beri kering atau ekstrak terstandarisasi. Ini dapat dimasukkan ke dalam smoothie, jus, atau dikonsumsi dalam bentuk kapsul. Konsumsi teratur membantu tubuh Anda melawan stres oksidatif dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
4. Peningkatan Kognitif: Untuk peningkatan kognitif, kapsul atau ekstrak Schisandra sering digunakan. Suplementasi teratur dapat meningkatkan memori dan fokus. Disarankan untuk mengikuti rekomendasi dosis pada label produk.
5. Performa Fisik dan Daya Tahan: Untuk meningkatkan performa fisik dan daya tahan, Anda dapat mengonsumsi Schisandra dalam bentuk tincture atau suplemen. Mengonsumsinya sebelum berolahraga atau aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan efisiensi pernapasan dan tingkat daya tahan.
6. Dukungan Sistem Kekebalan Tubuh: Untuk dukungan sistem kekebalan tubuh, pertimbangkan untuk mengonsumsi Schisandra sebagai tindakan pencegahan. Teh herbal, kapsul, atau ekstrak bubuk dapat digunakan. Konsumsi teratur dapat membantu memperkuat pertahanan tubuh Anda terhadap infeksi.
7. Pengurangan Stres dan Pereda Kecemasan: Untuk meredakan stres dan kecemasan, teh atau tincture Schisandra dapat digunakan. Mengonsumsinya sebagai bagian dari rutinitas relaksasi atau selama periode stres dapat membantu meningkatkan rasa tenang.
8. Kesehatan Kulit: Untuk kesehatan kulit, menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung ekstrak Schisandra dapat memberikan perlindungan antioksidan dan mendukung kesehatan kulit. Selain itu, mengonsumsi Schisandra secara internal dapat berkontribusi pada kesehatan kulit dengan mengatasi stres oksidatif dari dalam.
9. Keseimbangan Hormonal: Mengonsumsi Schisandra dalam bentuk teh atau bubuk dapat membantu mendukung keseimbangan hormonal. Konsumsi rutin, terutama selama siklus menstruasi, dapat meringankan ketidaknyamanan dan mengatur fluktuasi hormonal.
10. Efek Anti-Inflamasi: Untuk efek anti-inflamasinya, Schisandra dapat dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau ekstrak. Penggunaan rutin dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan berbagai kondisi.
Baca Juga: Komposisi Tanah dan Bahan Tanah
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Schisandra chinensis
Schisandra chinensis umumnya dianggap aman bila digunakan dengan tepat, tetapi seperti suplemen herbal lainnya, berpotensi menyebabkan efek samping pada beberapa individu, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Berikut adalah beberapa potensi efek samping dan pertimbangan yang terkait dengan penggunaan Schisandra chinensis:
1. Gangguan Pencernaan: Beberapa orang mungkin mengalami gangguan pencernaan ringan, seperti sakit perut, mual, atau diare, saat mengonsumsi Schisandra. Memulai dengan dosis yang lebih rendah dan secara bertahap meningkatkannya dapat membantu mengurangi risiko efek samping ini.
2. Reaksi Alergi: Meskipun jarang terjadi, reaksi alergi terhadap Schisandra mungkin saja terjadi. Jika Anda mengalami gejala seperti ruam, gatal, bengkak, atau kesulitan bernapas setelah mengonsumsi Schisandra, hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.
3. Interaksi dengan Obat-obatan: Schisandra dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti antikoagulan (pengencer darah), obat antihipertensi (obat tekanan darah), dan obat antiplatelet. Penting untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum menggunakan Schisandra jika Anda sedang mengonsumsi obat apa pun.
4. Efek Hormonal: Karena potensi efek hormonalnya, Schisandra mungkin tidak cocok untuk individu dengan kondisi sensitif hormon, seperti jenis kanker payudara tertentu, fibroid rahim, atau endometriosis. Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan Schisandra jika Anda memiliki kondisi ini.
5. Efek Stimulan: Sifat adaptogenik Schisandra terkadang dapat menghasilkan peningkatan tingkat energi. Meskipun ini umumnya dianggap sebagai efek positif, ini dapat mengganggu tidur jika diminum menjelang waktu tidur. Yang terbaik adalah minum Schisandra lebih awal di siang hari.
6. Variasi Individual: Respons orang terhadap suplemen herbal dapat bervariasi. Beberapa individu mungkin lebih sensitif terhadap efek Schisandra dan dapat mengalami efek samping yang tidak dialami orang lain.
7. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil dan menyusui harus berhati-hati saat menggunakan Schisandra, karena efeknya pada kondisi ini belum sepenuhnya dipahami. Disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum digunakan.
8. Kesehatan Hati: Meskipun Schisandra sering digunakan untuk mendukung kesehatan hati, konsumsi berlebihan dapat memiliki efek sebaliknya pada hati. Moderasi adalah kunci, dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan disarankan.
Untuk meminimalkan risiko efek samping dan memastikan penggunaan yang aman, pertimbangkan tips berikut:
1. Selalu mulai dengan dosis yang lebih rendah dan secara bertahap tingkatkan jika diperlukan.
2. Pilih suplemen Schisandra berkualitas tinggi dari sumber yang terpercaya.
3. Ikuti petunjuk dosis yang disarankan yang tertera pada label produk.
4. Jika Anda mengalami efek samping, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan.
Nilai Gizi Schisandra chinensis (Schisandra)

1. Vitamin C: Buah beri Schisandra kaya akan vitamin C, antioksidan yang mendukung fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan sintesis kolagen untuk kesehatan kulit, dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
2. Polifenol: Buah beri mengandung kadar senyawa polifenolik yang tinggi, seperti lignan (schisandrin, gomisin), yang memberikan efek antioksidan dan anti-inflamasi, mendukung kesehatan sel secara keseluruhan.
3. Flavonoid: Flavonoid dalam buah beri dan daun berkontribusi pada aktivitas antioksidan, berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dengan menetralkan radikal bebas.
4. Serat Makanan: Buah ini menyediakan serat makanan, membantu pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, dan membantu mengatur kadar gula darah dan kolesterol.
5. Karbohidrat: Buah beri Schisandra mengandung gula alami dan karbohidrat kompleks, menawarkan sumber energi cepat dan berkelanjutan, menjadikannya camilan bergizi.
6. Vitamin E: Buah beri ini mengandung sejumlah kecil vitamin E, yang mendukung kesehatan kulit, melindungi membran sel, dan melengkapi efek antioksidan vitamin C.
7. Minyak Esensial: Biji dan buah mengandung minyak esensial dengan senyawa bioaktif, berkontribusi pada khasiat obatnya, meskipun bukan komponen nutrisi yang signifikan.
8. Mineral (Kalium, Magnesium): Buah beri ini menyediakan kalium untuk fungsi jantung dan otot serta magnesium untuk metabolisme energi, mendukung keseimbangan fisiologis secara keseluruhan.
9. Asam Organik: Buah beri Schisandra mengandung asam organik seperti asam sitrat dan asam malat, yang membantu pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan berkontribusi pada rasa asamnya.
10. Lignan: Unik untuk Schisandra, lignan seperti schisandrin dan deoxyschisandrin memiliki efek hepatoprotektif dan neuroprotektif, secara tidak langsung mendukung kesehatan tetapi tidak berfungsi sebagai nutrisi langsung.
Buah beri Schisandra chinensis adalah makanan padat nutrisi dengan sifat antioksidan dan pendukung kesehatan yang signifikan, menjadikannya berharga baik dalam konteks makanan maupun pengobatan. Namun, rasa asam dan senyawa bioaktifnya memerlukan moderasi untuk menghindari potensi efek samping seperti gangguan pencernaan.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus tentang Schisandra chinensis
1. Efek Hepatoprotektif: Danushiya dan Murphy (2025) meninjau sifat farmakologis Schisandra chinensis, menemukan bahwa lignannya (schisandrin B) melindungi hati dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan detoksifikasi pada model hewan dan uji coba manusia, mendukung penggunaannya untuk kesehatan hati. (Panossian, A., et al., 2008, Pharmacology of Schisandra chinensis Bail., Journal of Ethnopharmacology, 118(2), 183-212).
2. Aktivitas Anti-Inflamasi: Lee et al. (2018) menunjukkan bahwa ekstrak buah Schisandra chinensis mengurangi peradangan pada makrofag RAW 264.7 yang diinduksi LPS dengan menghambat jalur NF-κB dan MAPK, menunjukkan manfaat untuk mengelola kondisi peradangan seperti artritis. (Lee, H. J., et al., 2018, Anti-inflammatory effect of Schisandra chinensis fruit extract on lipopolysaccharide-induced inflammation, Food & Function, 9(4), 2085-2094).
3. Efek Neuroprotektif: Sowndhararajan et al. (2018) menemukan bahwa ekstrak Schisandra chinensis melindungi sel-sel saraf dari stres oksidatif pada model in vitro, dengan lignan seperti schisandrin meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif. (Sowndhararajan, K., et al., 2018, Neuroprotective and cognitive enhancement potentials of Schisandra chinensis, International Journal of Molecular Sciences, 19(8), 2437).
4. Potensi Antikanker: Quan et al. (2015) meneliti schisandrin B pada sel glioma manusia, menunjukkan bahwa itu menginduksi apoptosis dan menghambat proliferasi melalui jalur mitokondria, mengindikasikan potensi untuk terapi tambahan pengobatan kanker.
5. Sifat Adaptogen: Panossian et al. (2009) mempelajari Schisandra chinensis sebagai adaptogen dalam uji coba manusia, menemukan bahwa itu meningkatkan ketahanan terhadap stres, kinerja mental, dan daya tahan fisik dengan memodulasi kadar kortisol dan oksida nitrat. (Panossian, A., et al., 2009, Adaptogen: Schisandra chinensis, Rhodiola rosea, dan Eleutherococcus senticosus, Alternative Medicine Review, 14(2), 198-210).
6. Manfaat Kardiovaskular: Park et al. (2012) menunjukkan bahwa ekstrak Schisandra chinensis meningkatkan relaksasi vaskular pada aorta toraks tikus, mengurangi tekanan darah dan mendukung kesehatan kardiovaskular melalui jalur oksida nitrat. (Park, J. Y., et al., 2012, Schisandra chinensis meningkatkan relaksasi vaskular pada aorta toraks tikus, Phytotherapy Research, 26(4), 583-590).
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Schisandra chinensis
1. Apakah buah beri Schisandra aman untuk dimakan?
Ya, buah beri dapat dimakan dalam jumlah sedang, sering dikeringkan atau digunakan dalam teh, tetapi konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau mulas karena senyawa bioaktifnya.
2. Manfaat kesehatan apa yang ditawarkan oleh Schisandra chinensis?
Tanaman ini mendukung kesehatan hati, mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi kognitif, dan dapat meningkatkan ketahanan terhadap stres dan kesehatan kardiovaskular, berdasarkan penggunaan tradisional dan penelitian.
3. Bagaimana Schisandra chinensis dikonsumsi?
Buahnya dimakan kering, diseduh sebagai teh, atau diminum sebagai suplemen (kapsul, tincture); mereka juga digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk tonik dan sup.
4. Di mana Schisandra chinensis tumbuh?
Tanaman ini berasal dari Cina utara, Rusia, dan sebagian Korea, tumbuh subur di hutan campuran dan lembah dengan tanah yang lembab dan memiliki drainase yang baik.
5. Bisakah Schisandra chinensis ditanam di rumah?
Ya, ia tumbuh sebagai tanaman merambat di zona 4-9, lebih menyukai naungan parsial dan tanah yang lembab dan subur, dengan tanaman jantan dan betina yang dibutuhkan untuk produksi buah.
6. Apakah Schisandra chinensis beracun?
Buahnya umumnya aman dalam jumlah sedang, tetapi asupan berlebihan atau penggunaan buah yang belum matang dapat menyebabkan toksisitas ringan, termasuk mual atau reaksi alergi.
7. Bagaimana Schisandra chinensis membantu mengatasi stres?
Sifat adaptogeniknya membantu menyeimbangkan kadar kortisol, meningkatkan kejernihan mental dan daya tahan fisik saat stres, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian pada manusia.
8. Bisakah Schisandra chinensis berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, ia dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang dimetabolisme oleh hati (misalnya, statin) karena efeknya pada enzim hati, jadi konsultasikan dengan dokter sebelum digunakan.
Apakah Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kontribusi? Jika ya, jangan ragu untuk menggunakan kotak komentar di bawah untuk berbagi pemikiran Anda. Kami juga mendorong Anda untuk dengan baik hati membagikan informasi ini dengan orang lain yang mungkin mendapat manfaat darinya. Karena kami tidak dapat menjangkau semua orang sekaligus, kami sangat menghargai bantuan Anda dalam menyebarkan berita. Terima kasih banyak atas dukungan dan berbagi Anda!
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Manfaat kesehatan yang dijelaskan didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengetahuan tradisional. Ini bukan pengganti nasihat medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan ramuan atau pengobatan alami apa pun untuk tujuan medis.
Baca Juga: Faktor-faktor yang Memengaruhi Kelangsungan Hidup Siput Darat Afrika

