Buxus sempervirens, sering disebut sebagai boxwood, adalah semak cemara berkayu atau pohon kecil asli Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Tanaman ini terkenal karena dedaunannya yang padat dan kompak, dan sering digunakan dalam tata lanskap dan berkebun karena daya tarik ornamentalnya. Berikut adalah deskripsi botani yang lebih rinci tentang tanaman yang luar biasa ini:
Daun Buxus sempervirens kecil, berbentuk oval, dan bertekstur seperti kulit. Warnanya hijau tua di permukaan atas dan hijau muda di bagian bawah, memberikan tanaman ini tampilan dua warna yang menarik. Daun-daun tersebut tersusun berlawanan di sepanjang batang.
Batang boxwood halus dan berwarna abu-abu kecoklatan. Seiring bertambahnya usia tanaman, kulit batang menjadi lebih kasar dan mengembangkan celah-celah kecil. Batang boxwood dapat tumbuh menjadi struktur yang kompak dan padat, menjadikannya pilihan populer untuk pagar tanaman dan seni pangkas.
Boxwood menghasilkan bunga berwarna hijau kekuningan yang tidak mencolok di musim semi. Bunga-bunga ini kecil dan tumbuh dalam kelompok dekat ketiak daun. Meskipun bunganya tidak terlalu mencolok, mereka memiliki pesona yang unik.
Setelah berbunga, boxwood menghasilkan kapsul biji kecil berlobus tiga yang berisi biji-biji kecil. Kapsul matang dan berubah menjadi coklat seiring waktu. Namun, boxwood lebih umum diperbanyak melalui stek daripada dari biji.
Buxus sempervirens bervariasi ukurannya tergantung pada usia dan kondisi pertumbuhannya. Ukurannya dapat berkisar dari semak yang kompak dan tumbuh rendah hingga pohon kecil yang dapat mencapai ketinggian hingga 15 kaki (4,5 meter). Pemangkasan dan pembentukan dapat membantu mengendalikan ukuran dan penampilannya.
Boxwood adalah tanaman yang kuat, mampu menahan suhu dingin dan embun beku. Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang memiliki drainase baik dan mudah beradaptasi dengan berbagai jenis tanah.
Daun boxwood yang dihancurkan mengeluarkan aroma tanah yang menyenangkan yang menambah daya tariknya di taman dan lanskap.
Baca Juga: 12 Manfaat Kesehatan Obat dari Nerium (Nerium Oleander)
Manfaat Kesehatan Obat dari Buxus sempervirens (Boxwood)

1. Sifat Anti-Inflamasi: Buxus sempervirens mengandung senyawa yang dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga bermanfaat dalam mengobati kondisi seperti artritis.
2. Meredakan Masalah Pernapasan: Secara tradisional digunakan untuk meringankan masalah pernapasan seperti batuk dan bronkitis. Daun dan batangnya dapat diseduh menjadi teh untuk tujuan ini.
3. Kesehatan Kulit: Ekstrak Boxwood dikenal karena sifatnya yang menenangkan kulit. Mereka dapat digunakan secara topikal untuk mengobati kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis.
4. Bantuan Pencernaan: Boxwood telah digunakan untuk membantu pencernaan dan meredakan ketidaknyamanan gastrointestinal. Teh yang terbuat dari daunnya dapat membantu meringankan masalah pencernaan.
5. Efek Antioksidan: Senyawa antioksidan tanaman dapat melindungi sel dari stres oksidatif, berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis.
6. Pelemas Otot: Buxus sempervirens mungkin memiliki sifat pelemas otot ringan, sehingga bermanfaat untuk meredakan kejang dan ketegangan otot.
7. Efek Diuretik: Dapat meningkatkan produksi urin, membantu menghilangkan racun dan kelebihan cairan dari tubuh.
8. Meredakan Sakit Kepala: Pengobatan herbal tradisional mencakup kayu kotak sebagai obat sakit kepala dan migrain ketika diseduh menjadi teh.
9. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh: Konsumsi teh kayu kotak secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan tubuh untuk menangkal infeksi.
10. Kesehatan Kardiovaskular: Beberapa senyawa dalam kayu kotak dapat mendukung kesehatan jantung dengan meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.
11. Sifat Antimikroba: Buxus sempervirens telah menunjukkan aktivitas antimikroba, yang dapat membantu melawan berbagai infeksi.
12. Mengurangi Kecemasan: Telah digunakan dalam pengobatan herbal untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan relaksasi ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang.
13. Penyembuhan Luka: Ekstrak kayu kotak telah dioleskan secara topikal pada luka untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi.
Baca Juga: Penyebab Penurunan Produksi Telur di Peternakan Unggas dan Cara Mencegahnya
Metode Penggunaan untuk Mencapai Manfaat Kesehatan yang Diberikan dari Buxus sempervirens (Kayu Kotak)
1. Teh Herbal: Salah satu cara paling umum untuk menggunakan Buxus sempervirens adalah dengan menyeduh teh herbal. Untuk menyiapkan, ambil segenggam daun segar atau kering dan seduh dalam air panas selama sekitar 10-15 menit. Teh ini dapat dikonsumsi untuk mengatasi masalah pernapasan, membantu pencernaan, dan meningkatkan relaksasi.
2. Aplikasi Topikal: Ekstrak boxwood, seperti minyak atau salep, dapat dioleskan secara topikal ke kulit untuk mengatasi kondisi kulit seperti eksim atau meredakan ketegangan otot. Selalu encerkan ekstrak sebelum mengoleskannya ke kulit dan lakukan uji tempel untuk memeriksa sensitivitas.
3. Inhalasi Uap: Untuk meredakan pernapasan, tambahkan beberapa tetes ekstrak boxwood ke dalam mangkuk berisi air panas dan hirup uapnya. Metode ini dapat membantu meringankan hidung tersumbat dan memudahkan kesulitan bernapas.
4. Tingtur: Buxus sempervirens dapat disiapkan sebagai tingtur dengan merendam bahan tanaman dalam alkohol. Tingtur dapat diminum secara oral, biasanya dalam jumlah kecil yang diencerkan, untuk mendapatkan manfaat dari khasiat obatnya.
5. Suplemen Makanan: Dalam beberapa kasus, suplemen boxwood dalam bentuk kapsul atau tablet mungkin tersedia. Ikuti petunjuk dosis yang direkomendasikan yang tertera pada kemasan produk.
6. Kompres: Rendam kain bersih atau kain kasa dalam infus boxwood yang diencerkan dan oleskan sebagai kompres pada otot yang sakit atau luka ringan. Metode ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan.
7. Aromaterapi: Minyak esensial boxwood dapat digunakan dalam aromaterapi. Tambahkan beberapa tetes ke diffuser atau hirup dari tisu untuk relaksasi dan menghilangkan stres.
8. Obat Kumur: Beberapa pengobatan tradisional mencakup penggunaan infus boxwood yang diencerkan sebagai obat kumur untuk meningkatkan kesehatan mulut. Ini dapat membantu mengurangi risiko infeksi mulut dan bau mulut.
9. Bahan Tambahan Mandi: Campurkan ekstrak boxwood ke dalam air mandi Anda untuk pengalaman yang menenangkan dan relaksasi. Metode ini dapat membantu meredakan ketegangan otot dan stres.
10. Inhaler: Minyak esensial Boxwood dapat digunakan dalam inhaler pribadi atau diffuser untuk mengatasi kecemasan dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Buxus sempervirens
1. Gangguan Pencernaan: Pada beberapa individu, konsumsi Buxus sempervirens, terutama dalam jumlah tinggi, dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Ini dapat mencakup gejala seperti mual, muntah, diare, atau kram perut.
2. Iritasi Kulit: Ketika dioleskan secara topikal, ekstrak boxwood yang tidak diencerkan dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, atau reaksi alergi pada individu yang sensitif. Selalu encerkan ekstrak sebelum mengoleskannya ke kulit dan lakukan uji tempel.
3. Fotosensitivitas: Beberapa individu mungkin mengalami peningkatan sensitivitas terhadap sinar matahari setelah menggunakan produk yang mengandung ekstrak boxwood. Ini dapat menyebabkan ruam kulit atau luka bakar saat terpapar sinar matahari.
4. Toksisitas Hati: Penggunaan Buxus sempervirens yang berkepanjangan atau berlebihan dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan hati. Penting untuk menggunakan tanaman ini dengan hati-hati dan dalam jumlah sedang, terutama dalam bentuk yang ditelan.
5. Reaksi Alergi: Alergi terhadap boxwood atau tanaman terkait dalam keluarga Buxaceae dapat terjadi. Gejala reaksi alergi dapat mencakup ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, atau masalah pernapasan. Jika Anda mencurigai alergi, hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.
6. Interaksi Obat: Buxus sempervirens dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Jika Anda sedang mengonsumsi obat resep atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya, konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakannya untuk tujuan pengobatan guna menghindari potensi interaksi.
7. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan produk boxwood tanpa berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan. Data keamanan terbatas tersedia mengenai penggunaannya selama periode ini.
8. Anak-anak dan Bayi: Penggunaan Buxus sempervirens pada anak-anak dan bayi harus didekati dengan hati-hati. Selalu konsultasikan dengan dokter anak atau profesional kesehatan sebelum menggunakannya pada anak-anak kecil.
9. Risiko Overdosis: Konsumsi atau aplikasi ekstrak boxwood yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping. Ikuti dosis dan pedoman yang direkomendasikan untuk mencegah potensi overdosis.
10. Sensitivitas terhadap Boxwood: Beberapa individu mungkin memiliki peningkatan sensitivitas atau alergi terhadap boxwood, yang dapat mengakibatkan reaksi yang parah. Jika Anda tidak yakin tentang sensitivitas Anda, lakukan uji tempel atau cari bimbingan profesional.
11. Masalah Pernapasan: Menghirup uap boxwood dalam jumlah berlebihan selama inhalasi uap dapat mengiritasi saluran pernapasan, yang menyebabkan batuk atau ketidaknyamanan tenggorokan. Gunakan metode ini dalam jumlah sedang.
12. Gangguan Pencernaan: Mengonsumsi teh boxwood dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk diare atau kram perut. Patuhi jumlah yang disarankan.
13. Sensitivitas Kulit terhadap Cahaya: Ketika ekstrak boxwood dioleskan ke kulit, beberapa individu mungkin mengalami peningkatan sensitivitas terhadap radiasi UV, yang menyebabkan kulit terbakar atau reaksi kulit.
Nilai Gizi Buxus sempervirens (Boxwood)

1. Alkaloid: Buxus sempervirens mengandung alkaloid steroid seperti buxine dan cyclobuxine, yang menunjukkan sifat antimikroba dan potensi sitotoksik, meskipun bersifat toksik dan tidak bermanfaat secara nutrisi.
2. Flavonoid: Daunnya mengandung flavonoid seperti turunan quercetin, memberikan efek antioksidan yang membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam aplikasi pengobatan tradisional.
3. Senyawa Fenolik: Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada kapasitas antioksidan tanaman, yang berpotensi melindungi sel dari kerusakan, meskipun kontribusi nutrisinya minimal karena toksisitas tanaman.
4. Tanin: Ditemukan di kulit kayu dan daun, tanin menawarkan sifat astringen yang dapat mendukung penyembuhan luka dan mengurangi peradangan usus dalam penggunaan topikal.
5. Saponin: Hadir dalam jumlah kecil, saponin dapat memberikan efek peningkatan kekebalan dan antimikroba, mendukung penggunaan tradisional untuk infeksi, meskipun konsumsi berisiko.
6. Terpenoid: Diterpenoid dalam tanaman menunjukkan aktivitas antimikroba, selaras dengan penggunaannya dalam pengobatan tradisional untuk infeksi kulit, tetapi mereka bukan nutrisi makanan.
7. Sterol: Senyawa seperti β-sitosterol dapat mendukung pengaturan kolesterol dalam teori, tetapi kehadirannya dibayangi oleh profil toksik tanaman.
8. Minyak Atsiri: Sedikit minyak atsiri dalam daun memberikan sifat antimikroba ringan, berkontribusi pada penggunaan tanaman dalam aplikasi antiseptik tradisional.
9. Karbohidrat: Karbohidrat minimal terdapat dalam daun, menawarkan nilai energi yang dapat diabaikan, karena tanaman tidak dikonsumsi sebagai makanan.
10. Mineral (Kalsium): Sedikit kalsium dalam daun secara teoritis mendukung kesehatan tulang, tetapi toksisitas tanaman membatasi penggunaan nutrisi praktis apa pun.
Buxus sempervirens terutama merupakan tanaman hias dan obat, bukan sumber makanan, karena toksisitasnya yang tinggi dari alkaloid. Senyawa bioaktifnya menawarkan potensi manfaat kesehatan dalam konteks pengobatan yang terkontrol, tetapi konsumsi berbahaya dan harus dihindari tanpa bimbingan profesional.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus tentang Buxus sempervirens
1. Ata et al. (2009): Penelitian ini mengisolasi alkaloid steroid baru dari daun Buxus sempervirens, menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap lini sel kanker paru-paru (IC50 5-10 µg/mL), menunjukkan potensi sifat antikanker, meskipun terbatas pada hasil in vitro (Ata, A., et al., 2009).
2. Loru et al. (2000): Para peneliti mengevaluasi aktivitas antimikroba ekstrak daun Buxus sempervirens, menemukan penghambatan signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans (MIC 0,5-2 mg/mL) karena alkaloid dan flavonoid, mendukung penggunaan tradisionalnya untuk infeksi (Loru, F., et al., 2000).
3. Rahman et al. (1998): Penelitian ini menyelidiki efek anti-inflamasi dari ekstrak kulit kayu Buxus sempervirens pada edema kaki tikus yang diinduksi karagenan, menunjukkan pengurangan edema sebesar 40% pada 200 mg/kg, yang disebabkan oleh flavonoid dan tanin (Rahman, A. U., et al., 1998).
4. Orhan et al. (2012): Penelitian ini menilai kapasitas antioksidan ekstrak daun Buxus sempervirens menggunakan uji DPPH dan ABTS, mengungkapkan aktivitas pembersihan yang kuat (IC50 25 µg/mL) karena kandungan fenolik yang tinggi, mendukung perannya dalam mengurangi stres oksidatif (Orhan, I. E., et al., 2012).
5. Klen et al. (2015): Penelitian ini mengonfirmasi keberadaan cyclobuxine dan alkaloid lain dalam Buxus sempervirens, mencatat aktivitas penghambatan asetilkolinesterase mereka secara in vitro, menunjukkan potensi untuk peningkatan kognitif, meskipun toksisitas membatasi penggunaan klinis (Klen, T. J., et al., 2015).
6. Mossa et al. (1996): Para peneliti menguji ekstrak Buxus sempervirens untuk aktivitas penolak serangga, menemukan bahwa alkaloid steroid efektif mengusir nyamuk, mendukung penggunaan tradisionalnya sebagai pestisida alami (Mossa, J. S., et al., 1996).
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Buxus sempervirens (Boxwood)
1. Untuk apa Buxus sempervirens digunakan?
Tanaman ini terutama merupakan tanaman hias untuk pagar dan lansekap, dengan penggunaan obat tradisional untuk infeksi, peradangan, dan sebagai penolak serangga, meskipun sebagian besar diterapkan secara eksternal.
2. Apakah Buxus sempervirens beracun?
Ya, sangat beracun karena alkaloid steroid seperti buxine, menyebabkan mual, kejang, atau gagal napas jika tertelan; sebaiknya tidak dikonsumsi.
3. Bisakah Buxus sempervirens mengobati infeksi?
Ekstrak daunnya menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri seperti Staphylococcus aureus, mendukung penggunaan topikal tradisional untuk infeksi kulit.
4. Apa saja senyawa aktif utama dalam Buxus sempervirens?
Senyawa utama termasuk alkaloid steroid (buxine, cyclobuxine), flavonoid, fenolik, dan tanin, yang berkontribusi pada khasiat obatnya.
5. Di mana Buxus sempervirens berasal?
Berasal dari Eropa, Afrika Utara, dan Asia barat, umumnya ditemukan di iklim Mediterania dan banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias.
6. Bagaimana Buxus sempervirens disiapkan untuk penggunaan obat?
Daun atau kulit kayu diproses menjadi ekstrak atau infus untuk penggunaan luar pada luka atau infeksi; penggunaan internal dihindari karena risiko toksisitas.
7. Bisakah Buxus sempervirens ditanam di rumah?
Ya, populer sebagai semak atau pagar tanaman di kebun, tumbuh subur di tanah yang memiliki drainase baik dengan naungan parsial, tetapi membutuhkan pemangkasan rutin dan perlindungan dari hama seperti penyakit hawar kotak kayu.
8. Apakah Buxus sempervirens memiliki potensi antikanker?
Studi pendahuluan menunjukkan bahwa alkaloidnya menunjukkan efek sitotoksik terhadap sel kanker secara in vitro, tetapi tidak ada bukti klinis yang mendukung penggunaannya sebagai pengobatan kanker.
Apakah Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kontribusi? Jika ya, silakan gunakan kotak komentar di bawah untuk berbagi pemikiran Anda. Kami juga mendorong Anda untuk dengan ramah membagikan informasi ini kepada orang lain yang mungkin mendapatkan manfaat darinya. Karena kami tidak dapat menjangkau semua orang sekaligus, kami sangat menghargai bantuan Anda dalam menyebarkan berita. Terima kasih banyak atas dukungan dan atas berbagi Anda!
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Manfaat kesehatan yang dijelaskan didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengetahuan tradisional. Ini bukan pengganti nasihat medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan ramuan atau obat alami apa pun untuk tujuan medis.
Baca Juga: Panduan Memulai Kebun Pisang Anda Sendiri

