Calendula, yang umum dikenal sebagai marigold, adalah herba serbaguna dan dicintai yang dikenal karena bunga oranye dan kuningnya yang cerah. Selain daya tarik estetikanya, calendula memiliki sejarah yang kaya akan penggunaan obat dan kuliner, yang berasal dari berabad-abad lalu.
Namanya berasal dari kata Latin calendae, yang berarti “kalender kecil” atau “hari pertama bulan,” mungkin mengacu pada seringnya ia mekar. Mari kita jelajahi deskripsi botani dan berbagai manfaat kesehatan dari herba yang luar biasa ini.
Deskripsi Botani Calendula
1. Siklus Hidup: Calendula, atau marigold, adalah tanaman herba yang termasuk dalam kategori tanaman semusim atau tanaman tahunan berumur pendek. Ini berarti ia menyelesaikan siklus hidupnya dalam satu tahun atau selama beberapa tahun, tergantung pada iklim dan kondisi pertumbuhan.
2. Penampilan: Tanaman Calendula biasanya mencapai ketinggian 12 hingga 30 inci (30 hingga 75 cm) dan memiliki daun berwarna hijau cerah berbentuk lanset yang sedikit berbulu. Fitur calendula yang paling khas adalah bunganya yang mencolok, yang hadir dalam berbagai warna oranye dan kuning. Bunga-bunga seperti aster ini memiliki diameter sekitar 2 hingga 4 inci (5 hingga 10 cm) dan menampilkan banyak kelopak yang tersusun dalam mode berlapis dan konsentris.
3. Habitat: Calendula berasal dari wilayah Mediterania tetapi telah banyak dibudidayakan dan dinaturalisasi di banyak bagian dunia. Ia tumbuh subur di iklim sedang dan dapat ditemukan di kebun, padang rumput, dan di sepanjang pinggir jalan.
4. Budidaya: Calendula relatif mudah tumbuh dan merupakan pilihan populer di kalangan tukang kebun. Tanaman ini lebih menyukai tanah yang memiliki drainase baik dan sinar matahari penuh, tetapi dapat mentolerir naungan parsial. Benih dapat ditabur langsung di kebun pada musim semi, dan tanaman biasanya akan berbunga dari akhir musim semi hingga awal musim gugur.
5. Daur Hidup: Sebagai tanaman semusim atau tanaman tahunan berumur pendek, calendula menyelesaikan daur hidupnya mulai dari perkecambahan benih hingga berbunga, produksi benih, dan akhirnya mati dalam waktu satu atau dua tahun.
Distribusi Geografis Calendula
1. Wilayah Asli: Calendula, juga dikenal sebagai marigold, berasal dari wilayah Mediterania. Tanaman ini tumbuh subur di negara-negara dengan iklim sedang, termasuk sebagian Eropa Selatan, Asia Barat, dan Afrika Utara. Habitat alami tanaman ini meliputi negara-negara seperti Spanyol, Italia, Yunani, dan Turki.
2. Budidaya Global: Meskipun berasal dari Mediterania, calendula sekarang dibudidayakan secara global. Tanaman ini telah beradaptasi dengan baik di berbagai wilayah dan ditanam di kebun dan pertanian di seluruh dunia. Kemampuannya beradaptasi menjadikannya pilihan populer untuk tujuan hias dan pengobatan. Calendula juga dibudidayakan di Amerika Utara, Australia, dan sebagian Asia.
Komposisi Kimia Calendula
1. Senyawa Aktif: Calendula mengandung beragam senyawa kimia yang berkontribusi pada khasiat obatnya. Salah satu komponen utamanya adalah flavonoid, yang memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan. Calendula juga mengandung triterpenoid, yang memiliki sifat antimikroba. Selain itu, kaya akan karotenoid, yang bertanggung jawab atas warnanya yang cerah dan manfaat antioksidan.
2. Minyak Esensial: Calendula menghasilkan minyak esensial dengan khasiat terapeutik. Minyak ini sering mengandung terpen, yang memiliki efek antibakteri dan antijamur. Minyak esensial yang berasal dari calendula digunakan dalam aromaterapi dan praktik penyembuhan alami.
3. Antioksidan: Calendula adalah sumber yang kaya akan antioksidan, termasuk quercetin dan lutein, yang membantu menetralkan radikal bebas berbahaya dalam tubuh. Antioksidan ini berkontribusi pada efek anti-penuaan dan peningkatan kekebalan tubuh.
Pemanenan dan Pemrosesan Calendula
1. Pemanenan: Bunga Calendula biasanya dipanen saat mekar penuh. Pemanenan sering dilakukan di pagi hari saat bunga memiliki konsentrasi minyak esensial tertinggi. Kelopak dipetik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada struktur yang rapuh.
2. Pengeringan: Setelah dipanen, bunga calendula dikeringkan untuk mempertahankan khasiat obatnya. Pengeringan dapat dilakukan secara alami dengan menyebarkan bunga di area yang berventilasi baik dan jauh dari sinar matahari langsung. Setelah kering, bunga dapat disimpan untuk digunakan di masa mendatang.
3. Pengolahan: Bunga Calendula diproses untuk membuat berbagai produk herbal, termasuk minyak, tincture, dan salep. Bunga kering dapat diinfus dalam minyak pembawa seperti minyak zaitun atau minyak almond untuk membuat minyak calendula, yang banyak digunakan dalam produk perawatan kulit. Tincture dibuat dengan merendam bunga calendula dalam alkohol atau gliserin untuk mengekstrak senyawa obatnya. Salep dan balsem dibuat dengan menggabungkan minyak yang diinfus calendula dengan lilin lebah untuk membuat salep penyembuh untuk iritasi dan luka kulit.
Baca Juga: 25 Manfaat Kesehatan Obat dari Aristolochia (Dutchman’s pipe)
Manfaat Kesehatan Obat dari Calendula (Marigold)

1. Kesehatan Kulit: Calendula memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba, sehingga efektif dalam mengobati berbagai kondisi kulit. Dapat menenangkan luka bakar ringan, sengatan matahari, ruam, dan gigitan serangga. Selain itu, calendula sering digunakan dalam produk perawatan kulit karena kemampuannya untuk meningkatkan penyembuhan luka dan mengurangi peradangan kulit.
2. Penyembuhan Luka: Sifat penyembuhan luka Calendula dikaitkan dengan stimulasinya terhadap produksi kolagen dan regenerasi jaringan. Dapat dioleskan secara topikal pada luka, lecet, dan cedera ringan untuk mempercepat proses penyembuhan.
3. Efek Anti-Inflamasi: Calendula dapat membantu mengurangi peradangan, sehingga berguna untuk kondisi seperti arthritis dan gangguan kulit inflamasi. Ini juga dapat menenangkan sakit tenggorokan dan mengurangi peradangan mulut ketika digunakan sebagai obat kumur.
4. Kesehatan Pencernaan: Calendula telah digunakan secara tradisional untuk meredakan masalah pencernaan seperti gastritis dan tukak lambung. Ini dapat membantu dengan mengurangi peradangan di saluran pencernaan dan meningkatkan produksi lendir lambung.
5. Regulasi Menstruasi: Beberapa ahli herbal merekomendasikan calendula untuk wanita yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur atau menstruasi yang menyakitkan. Ini dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan meringankan kram.
Metode Penggunaan untuk Mencapai Manfaat Kesehatan yang Diberikan Oleh Calendula (Marigold)
1. Aplikasi Topikal: Untuk memanfaatkan sifat penyembuhan kulit calendula, Anda dapat mengoleskan minyak, krim, atau salep yang mengandung calendula langsung ke area yang terkena. Minyak calendula sangat populer karena efeknya yang melembapkan dan menenangkan pada kulit.
2. Teh Herbal: Calendula dapat disiapkan sebagai teh dengan menyeduh bunga calendula kering dalam air panas. Ini dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan pencernaan atau meredakan sakit tenggorokan.
3. Berkumur: Untuk kesehatan mulut dan iritasi tenggorokan, buat obat kumur calendula dengan merendam bunga calendula kering dalam air panas. Biarkan hingga dingin, lalu gunakan sebagai obat kumur atau obat kumur tenggorokan.
4. Tincture dan Ekstrak: Tincture calendula adalah ekstrak berbasis alkohol yang dapat diminum secara oral. Mereka sering digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan atau untuk regulasi menstruasi. Ikuti rekomendasi dosis dengan hati-hati saat menggunakan tincture.
5. Penggunaan Kuliner: Di beberapa budaya, kelopak calendula digunakan sebagai tambahan warna-warni pada salad dan hidangan. Meskipun ini mungkin tidak memberikan manfaat obat yang sama seperti metode lain, ini menambah daya tarik estetika dan rasa yang halus.
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Calendula
1. Reaksi Alergi: Beberapa individu mungkin sensitif atau alergi terhadap calendula. Ruam kulit, gatal-gatal, atau kemerahan dapat terjadi saat kontak dengan produk calendula. Lakukan uji tempel sebelum menggunakan calendula secara ekstensif.
2. Interaksi dengan Obat-obatan: Calendula dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama yang memengaruhi pembekuan darah. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan atau memiliki kondisi medis, konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan calendula sebagai obat.
3. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil dan menyusui harus berhati-hati saat menggunakan calendula, karena keamanannya selama periode ini belum dipelajari secara ekstensif. Konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum digunakan.
4. Ketidaknyamanan Pencernaan: Dalam beberapa kasus, konsumsi teh calendula yang berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, termasuk sakit perut atau diare. Penting untuk menggunakan calendula dalam jumlah sedang.
Baca Juga: 26 Manfaat Kesehatan Obat dari Argentina Anserina (Silverweed)
Penelitian dan Studi Ilmiah Calendula (Marigold)

1. Kesehatan Kulit: Banyak penelitian telah mengeksplorasi efikasi calendula dalam meningkatkan kesehatan kulit. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak calendula dapat mempercepat penyembuhan luka, mengurangi peradangan, dan meningkatkan hidrasi kulit secara keseluruhan. Temuan ini telah menyebabkan dimasukkannya calendula dalam berbagai produk perawatan kulit.
2. Sifat Anti-Inflamasi: Efek anti-inflamasi Calendula telah dipelajari secara ekstensif. Ia mengandung senyawa seperti triterpenoid dan flavonoid yang menghambat proses inflamasi. Hal ini menjadikannya pilihan potensial untuk mengelola kondisi seperti dermatitis dan arthritis.
3. Aktivitas Antioksidan: Kandungan antioksidan Calendula yang kaya telah menarik minat ilmiah. Antioksidan melawan stres oksidatif, yang terkait dengan berbagai penyakit kronis. Antioksidan Calendula, termasuk quercetin dan lutein, membantu menetralkan radikal bebas dan melindungi sel dari kerusakan.
4. Manfaat Gastrointestinal: Beberapa penelitian telah mengeksplorasi peran calendula dalam meningkatkan kesehatan pencernaan. Ekstrak Calendula telah menunjukkan potensi dalam mengurangi peradangan lambung dan meningkatkan produksi lendir di saluran pencernaan, yang dapat membantu penyembuhan luka.
Tindakan Pencegahan dan Rekomendasi Dalam Menggunakan Tanaman Obat Calendula (Marigold)
1. Reaksi Alergi: Penting untuk melakukan uji tempel sebelum menggunakan calendula secara topikal, terutama jika Anda memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi. Jika Anda mengalami tanda-tanda iritasi, segera hentikan penggunaan.
2. Interaksi dengan Obat-obatan: Calendula dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang memengaruhi pembekuan darah. Jika Anda sedang mengonsumsi antikoagulan atau obat antiplatelet, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum menggunakan calendula secara medis.
3. Kehamilan dan Menyusui: Individu hamil dan menyusui harus berhati-hati saat menggunakan produk calendula. Meskipun umumnya dianggap aman dalam jumlah kecil, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk mendapatkan panduan.
4. Dosis dan Moderasi: Saat menggunakan suplemen atau ekstrak calendula, patuhi dosis yang dianjurkan. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan, jadi moderasi adalah kunci.
FAQ Tentang Tanaman Obat Calendula (Marigold)
Q1: Bisakah calendula digunakan untuk mengobati jerawat?
A1: Sifat anti-inflamasi dan antimikroba calendula menjadikannya obat potensial untuk jerawat. Ini dapat menenangkan peradangan dan mengurangi risiko infeksi ketika dioleskan secara topikal.
Q2: Apakah calendula aman untuk anak-anak?
A2: Calendula umumnya dianggap aman untuk anak-anak bila digunakan dalam formulasi dan dosis yang sesuai. Namun, konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakannya pada anak kecil atau bayi.
Q3: Bisakah calendula dikonsumsi sebagai teh untuk manfaat kesehatannya?
A3: Ya, teh calendula adalah pilihan populer untuk potensi manfaat pencernaan dan peningkatan kekebalan tubuhnya. Seduh bunga calendula kering dalam air panas untuk membuat teh herbal yang menenangkan.
Q4: Apakah calendula berinteraksi dengan obat-obatan umum?
A4: Calendula dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang memengaruhi pembekuan darah. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum menggunakan produk calendula.
Q5: Apakah ada kontraindikasi yang diketahui untuk penggunaan calendula?
A5: Meskipun calendula umumnya aman, individu dengan alergi yang diketahui terhadap tanaman dalam keluarga Asteraceae (seperti ragweed) harus berhati-hati, karena mereka mungkin juga sensitif terhadap calendula.
Apakah Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kontribusi? Jika ya, jangan ragu untuk menggunakan kotak komentar di bawah ini untuk berbagi pemikiran Anda. Kami juga mendorong Anda untuk dengan hormat membagikan informasi ini kepada orang lain yang mungkin mendapat manfaat darinya. Karena kami tidak dapat menjangkau semua orang sekaligus, kami sangat menghargai bantuan Anda dalam menyebarkan berita. Terima kasih banyak atas dukungan Anda dan atas berbagi!
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Manfaat kesehatan yang dijelaskan didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengetahuan tradisional. Ini bukan pengganti nasihat medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan ramuan atau obat alami untuk tujuan medis.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Daur Ulang Cat

