Lobak pedas (Armoracia rusticana) paling sering digunakan sebagai bumbu. Saat dimasak, lobak pedas menjadi topping yang disukai untuk daging dan ikan, dan sebagian besar dikenal karena rasanya yang kuat.
Telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, seluruh bagian tanaman lobak pedas efektif untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit umum. Tanaman ini termasuk dalam kelas sayuran yang dikenal sebagai sayuran silangan atau sayuran kaya glukosinolat.
Horseradish peroxidase adalah salah satu dari banyak enzim dan antioksidan yang terkandung di dalamnya. Zat-zat ini dapat menghambat pembentukan bakteri, menyediakan keseimbangan vitamin dan mineral yang sehat untuk mendukung pola makan yang seimbang, dan melawan penyakit dengan antioksidan.
Minyak mustard dalam sayuran akar ini dapat sangat mengiritasi kulit, mulut, hidung, tenggorokan, sistem pencernaan, dan saluran kemih bagi sebagian orang. Jika digunakan secara topikal, sebaiknya dilakukan uji coba terlebih dahulu untuk melihat respons kulit dengan formulasi yang mengandung kurang dari 2% minyak mustard.
Mengapa lobak pedas merusak kepala saya adalah pertanyaan yang sering diajukan? Ini bisa jadi akibat adanya zat organosulfur yang disebut alil isotiosianat, yang dapat masuk ke rongga hidung dan menyebabkan reaksi saraf yang dapat terasa seperti kesemutan.
Intensitas rasa dan aromanya dapat berdampak lebih besar pada anak-anak. Mungkin lebih baik bagi anak-anak untuk menjauhinya sampai mereka setidaknya berusia lima tahun.
Baca Juga: 6 Manfaat Kesehatan dari Milk Thistle (Silybum marianum)
7 Manfaat Kesehatan dari Lobak (Armoracia rusticana)

1. Antikanker
Sayuran akar ini mengandung glukosinolat, yang memberikan rasa pedas dan merupakan agen antikanker yang ampuh. Glukosinolat adalah senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan yang melindungi tumbuhan dari kondisi berbahaya atau parah.
Lobak pedas luar biasa karena mengandung glukosinolat sepuluh kali lebih banyak daripada brokoli, sehingga memberikan banyak manfaat bahkan dalam dosis kecil.
Banyak penelitian, termasuk salah satu dari Universitas Illinois, telah menunjukkan contoh di mana sayuran akar ini berkontribusi pada peningkatan daya tahan tubuh terhadap kanker..
Menurut penelitian, hal ini dapat membantu menginduksi kematian sel pada sel kanker payudara dan usus besar manusia serta melindungi sel-sel tersebut dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
Potensi penggunaan glukosinolat sebagai agen kemopreventif semakin meningkat seiring dengan dipublikasikannya penelitian baru. Memotong dan menggiling akar untuk persiapan sangatlah tepat karena sebuah penelitian menemukan bahwa pengolahan dan persiapan justru meningkatkan sifat antikanker akar tersebut, yang cukup jarang terjadi pada sayuran.
2. Antioksidan
Meningkatkan konsumsi makanan yang kaya antioksidan dapat membantu tubuh membalikkan atau mencegah kerusakan serius yang disebabkan oleh radikal bebas. Sejumlah besar fitokompound, atau antioksidan yang baik untuk kesehatan manusia, dapat ditemukan dalam akar lobak.
Akar tersebut mengandung antioksidan antimutagenik tertentu. Ini menunjukkan bahwa antioksidan tersebut melindungi bagian-bagian tubuh tertentu dari mutagen yang dapat membahayakan bagian-bagian tersebut secara permanen.
Terdapat bukti bahwa penyakit jantung dan kondisi degeneratif umum lainnya disebabkan oleh mutasi. Menarik untuk dicatat bahwa sebuah studi in vitro menemukan bahwa ekstrak lobak dapat mengurangi kerusakan DNA yang disebabkan oleh antibiotik zeocin, yang dikenal dapat menghasilkan stres oksidatif.
Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan dari Akar Marshmallow (Althaea Officinalis)
3. Antibakteri
Alil isotiosianat, yang sering dikenal sebagai minyak mustard, adalah zat yang memberikan rasa khas pada lobak, wasabi, dan makanan pedas lainnya. Minyak tak berwarna ini telah terbukti efektif sebagai antibakteri terhadap berbagai penyakit.
Sifat antimikroba dan antibakteri yang kuat dari akar lobak telah dipelajari secara ekstensif.
Telah dilakukan penelitian tentang pengawetan daging sapi panggang dan pencegahan pembusukan menggunakan minyak esensial lobak. Sebagian besar pertumbuhan bakteri terhambat oleh penggunaan lobak pada daging sapi, sehingga mencegah pembusukan.
Selain itu, akar lobak bermanfaat bagi fagosit, yaitu jenis sel dalam tubuh yang menelan dan menyerap mikroorganisme. Sebuah percobaan yang dilakukan pada tikus mengungkapkan bahwa akar lobak meningkatkan kemampuan fagosit untuk melawan infeksi dan penyakit.

4. Melawan Penyakit Pernapasan
Lobak pedas telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati bronkitis, sinusitis, batuk, dan flu biasa karena karakteristik antibakterinya.
Dalam sebuah penelitian di Jerman, obat alami yang terbuat dari akar tanaman tersebut dibandingkan dengan antibiotik tradisional. Penelitian yang menakjubkan mengungkapkan bahwa penggunaan ekstrak alami untuk mengobati sinusitis dan bronkitis akut sama efektifnya dengan menggunakan metode tradisional.
Hasil ini sangat menjanjikan mengingat banyaknya konsekuensi negatif dari terapi antibiotik. Hasil ini juga mendukung gagasan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengurangi penggunaan antibiotik dan menemukan pengobatan alami untuk penyakit-penyakit umum.
Kenyataannya, banyak antibiotik yang digunakan untuk mengobati penyakit pernapasan seringkali memperburuk penyebab yang mendasarinya, bukan hanya mengobati gejalanya.
Kenyataannya, banyak antibiotik yang digunakan untuk mengobati penyakit pernapasan seringkali memperburuk penyebab yang mendasarinya, bukan hanya mengobati gejalanya.
Aroma kuat sayuran silangan ini juga membantu membersihkan lendir dari saluran pernapasan bagian atas untuk mencegah infeksi. Anda mungkin merasa seperti menghasilkan terlalu banyak lendir saat mengonsumsi sayuran akar ini untuk masalah sinus, tetapi ini justru bisa menguntungkan.
Tubuh Anda akan mulai membuang limbah dalam satu atau dua hari, yang merupakan langkah penting dalam menghindari infeksi.
Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan dari Akar Licorice (Glycyrrhiza glabra)
5. Membantu Mengobati Infeksi Saluran Kemih
Akar lobak juga sangat efektif dalam mengobati infeksi saluran kemih akut, lebih baik daripada pengobatan antibiotik tradisional yang biasanya melibatkan banyak efek samping yang tidak diinginkan karena kemampuannya untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme.
Akar tanaman ini juga mengandung glikosida sinigrin, yang dikenal dapat mengurangi retensi air dan berfungsi sebagai diuretik alami, membantu mencegah infeksi ginjal dan saluran kemih.
Allyl isothiocyanate, yang diekskresikan melalui urin dan telah menunjukkan khasiat anti-kanker kandung kemih, mungkin berkontribusi pada kemampuan sayuran akar ini untuk melawan infeksi.
6. Membantu Pencernaan
Lobak pedas mengandung enzim yang merangsang pencernaan, mengontrol pergerakan usus, dan meredakan sembelit. Empedu mendukung saluran pencernaan yang sehat dan membantu tubuh membuang kolesterol berlebih, lipid, dan limbah lainnya.
Sayuran akar ini dianggap sebagai kolagog, yaitu zat kimia yang mendorong kantung empedu untuk memproduksi empedu guna membantu pencernaan.
Selain itu, makanan ini juga mengandung sedikit serat, yang sangat penting untuk menjaga keteraturan dan kesehatan pencernaan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan asupan serat makanan dapat membantu Anda menghindari masalah termasuk penyakit refluks gastroesofageal (GERD), divertikulitis, dan tukak lambung.
7. Antiinflamasi
Di Yunani kuno, orang-orang menggunakan lobak sebagai pereda nyeri alami untuk membantu mengatasi sakit punggung. Lobak juga telah digunakan dalam berbagai bentuk pengobatan konvensional lainnya untuk mengurangi nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan sakit kepala.
Lobak pedas sering diberikan secara topikal pada bagian tubuh yang mengalami ketidaknyamanan akibat peradangan, radang sendi, atau cedera, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek anti-inflamasi yang terkandung dalam beberapa senyawa kimia bermanfaat yang dimilikinya.
Baca Juga: 4 Manfaat Kesehatan dari Akar Valerian (Valeriana officinalis)
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus tentang Akar Lobak (Armoracia rusticana)
1. Sinusitis dan Bronkitis Akut: Sebuah studi acak, buta ganda yang dilakukan oleh Albrecht. dkk. Penelitian ini menyelidiki kemanjuran produk obat herbal yang mengandung akar lobak dan herba nasturtium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tersebut sama efektifnya dengan antibiotik standar dalam mengobati sinusitis dan bronkitis akut, dengan tingkat efek samping yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kelompok antibiotik.
2. Aktivitas Antimikroba: Penelitian oleh Park dkk. Penelitian ini mengevaluasi efek antimikroba dari alil isotiosianat yang diekstrak dari akar lobak terhadap berbagai patogen oral. Studi ini menunjukkan bahwa ekstrak tersebut menunjukkan aktivitas bakterisida yang kuat terhadap bakteri resisten antibiotik, yang menunjukkan potensi kegunaannya sebagai alternatif alami untuk kebersihan mulut dan pengendalian infeksi.
3. Sifat Antikanker: Sebuah in vitro belajar oleh Weil dkk. Penelitian ini menganalisis efek glukosinolat lobak dan produk pemecahannya pada sel kanker manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam lobak menginduksi penghentian siklus sel dan apoptosis (kematian sel terprogram) pada sel kanker usus besar dan paru-paru, menyoroti potensi sifat kemopreventifnya.
4. Infeksi Saluran Kemih (ISK): Sebuah studi kohort oleh Goos dkk. Penelitian ini mengkaji efek profilaksis dari sediaan lobak dan nasturtium pada pasien dengan infeksi saluran kemih berulang. Data menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat kekambuhan ISK di antara peserta, yang mendukung penggunaan tradisional lobak sebagai antiseptik saluran kemih.
5. Efek Anti-inflamasi: Sebuah studi oleh Marzocco dkk. Para peneliti menyelidiki mekanisme anti-inflamasi ekstrak lobak pada sel makrofag. Mereka menemukan bahwa ekstrak tersebut secara signifikan menghambat produksi oksida nitrat dan spesies oksigen reaktif, sehingga mengurangi stres oksidatif dan penanda inflamasi yang terkait dengan penyakit kronis.
Nilai Gizi Akar Lobak (Armoracia rusticana)
1. Glukosinolat: Lobak pedas sangat kaya akan glukosinolat, terutama sinigrin. Ketika akarnya dihancurkan, senyawa-senyawa ini diubah oleh enzim menjadi isotiosianat, yang merupakan antioksidan kuat yang dikenal karena kemampuannya melawan kanker dan kemampuannya untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.
2. Vitamin C: Akar tanaman ini mengandung konsentrasi Vitamin C (asam askorbat) yang tinggi, seringkali melebihi jumlah yang ditemukan dalam buah jeruk biasa berdasarkan beratnya. Nutrisi penting ini bertindak sebagai antioksidan yang kuat, mendukung fungsi kekebalan tubuh, membantu sintesis kolagen, dan meningkatkan penyerapan zat besi.
3. Serat Pangan: Lobak pedas mengandung serat makanan dalam jumlah signifikan relatif terhadap ukuran porsinya. Serat sangat penting untuk menjaga sistem pencernaan yang sehat, melancarkan buang air besar, dan membantu mengatur kadar gula darah dan kolesterol.
4. Kalium: Mineral ini terdapat dalam jumlah sedang di akar lobak. Kalium sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan yang tepat, memfasilitasi kontraksi otot, dan mengatur sinyal saraf, yang berkontribusi pada kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan.
5. Kalsium: Akar tanaman ini merupakan sumber kalsium, yang sangat penting untuk perkembangan dan pemeliharaan tulang dan gigi yang kuat. Asupan kalsium yang cukup juga mendukung pembekuan darah dan fungsi otot yang tepat.
6. Folat (Vitamin B9): Lobak mengandung folat, vitamin B yang diperlukan untuk sintesis dan perbaikan DNA. Folat memainkan peran penting dalam pembelahan dan pertumbuhan sel, menjadikannya nutrisi penting untuk kesehatan metabolisme secara keseluruhan.
7. Enzim Myrosinase: Meskipun bukan nutrisi dalam pengertian tradisional, akar ini merupakan sumber enzim myrosinase yang kaya. Enzim ini penting untuk mengubah glukosinolat yang tidak aktif menjadi bentuk isothiocyanate yang aktif dan bermanfaat bagi kesehatan ketika akar diparut atau dikunyah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Akar Lobak (Armoracia rusticana)
1. Mengapa lobak pedas menyebabkan sensasi terbakar di hidung? Sensasi terbakar disebabkan oleh alil isotiosianat, senyawa volatil yang dilepaskan saat akar dihancurkan dan merangsang reseptor saraf di sinus.
2. Apakah lobak pedas dapat membantu menurunkan berat badan? Ya, makanan ini rendah kalori dan mengandung senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme dan membantu pencernaan, berpotensi mendukung upaya penurunan berat badan.
3. Apakah lobak pedas aman untuk penderita masalah tiroid? Penderita hipotiroidisme sebaiknya mengonsumsinya dalam jumlah sedang, karena mengandung goitrogen yang dapat mengganggu fungsi tiroid jika dikonsumsi dalam jumlah yang sangat banyak.
4. Bagaimana cara menyimpan lobak segar? Akar lobak segar harus dibungkus dengan handuk kertas lembap, dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan disimpan di laci penyimpanan sayuran di lemari es.
5. Apakah aman mengonsumsi lobak pedas selama kehamilan? Meskipun jumlah kecil untuk keperluan kuliner umumnya dianggap aman, wanita hamil harus menghindari dosis besar untuk pengobatan karena adanya minyak mustard yang dapat menyebabkan iritasi.
6. Apa perbedaan antara lobak pedas dan wasabi? Wasabi asli adalah tanaman yang berbeda (Eutrema japonicum), tetapi sebagian besar “wasabi” komersial sebenarnya adalah pasta lobak yang diberi warna karena tingginya biaya dan kelangkaan wasabi asli.
7. Apakah lobak pedas dapat membunuh bakteri? Ya, isothiocyanat yang dilepaskan dari lobak memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang ampuh yang dapat membantu melawan berbagai infeksi.
8. Apakah lobak parut yang sudah diolah bisa basi? Ya, setelah dibuka, lobak pedas yang sudah disiapkan dalam toples lama kelamaan akan kehilangan rasa pedasnya dan berubah warna menjadi cokelat; sebaiknya disimpan di lemari es dan digunakan dalam waktu 3 hingga 4 bulan untuk kualitas terbaik.
Apakah Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kontribusi? Jika ya, silakan gunakan kotak komentar di bawah untuk berbagi pemikiran Anda. Kami juga mendorong Anda untuk membagikan informasi ini kepada orang lain yang mungkin mendapat manfaat darinya. Karena kami tidak dapat menjangkau semua orang sekaligus, kami sangat menghargai bantuan Anda dalam menyebarkan informasi ini. Terima kasih banyak atas dukungan dan partisipasi Anda!
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Manfaat kesehatan yang dijelaskan didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengetahuan tradisional. Manfaat tersebut bukan pengganti nasihat, diagnosis, atau pengobatan medis profesional. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan ramuan atau pengobatan alami apa pun untuk tujuan medis.
Baca Juga: 20 Manfaat Jahe yang Terbukti

