Elder, yang secara ilmiah dikenal sebagai Sambucus, adalah genus tanaman berbunga yang mencakup berbagai spesies, dengan yang paling umum adalah Sambucus nigra (elder Eropa) dan Sambucus canadensis (elder Amerika). Tanaman ini dihormati karena penggunaan obat tradisional, aplikasi kuliner, dan nilai ornamentalnya.
Tanaman elder adalah semak gugur atau pohon kecil yang dapat tumbuh hingga 10 meter tingginya. Mereka memiliki daun majemuk, biasanya terdiri dari 5-9 anak daun, yang bergerigi di sepanjang tepinya. Tanaman ini menghasilkan bunga kecil berwarna krem-putih atau kekuningan dalam kelompok berbentuk payung yang dikenal sebagai payung majemuk.
Bunganya memiliki aroma yang khas dan menyenangkan serta kaya akan nektar, sehingga menarik bagi penyerbuk seperti lebah. Buahnya adalah buah beri kecil berwarna ungu tua hingga hitam yang tumbuh dalam kelompok. Mereka digunakan untuk membuat produk elderberry.
Elder memiliki sejarah panjang penggunaan dalam sistem pengobatan tradisional, termasuk praktik penduduk asli Amerika, Eropa, dan Ayurvedic. Bunganya sering digunakan untuk membuat teh elderflower, yang diyakini membantu mengatasi pilek, masalah pernapasan, dan peradangan.
Elderberry digunakan untuk membuat berbagai obat, karena kaya akan antioksidan, vitamin, dan flavonoid. Sirup elderberry adalah obat alami populer untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meredakan gejala flu. Elderberry juga dianggap memiliki sifat antivirus dan anti-inflamasi.
Bunga elder digunakan untuk membuat minuman seperti cordial elderflower, yang dapat diencerkan dengan air atau ditambahkan ke koktail. Bunganya terkadang digunakan dalam memasak dan memanggang untuk penyedap rasa. Elderberry digunakan untuk membuat selai, jeli, anggur, dan pai.
Tanaman elder dihargai karena kualitas ornamentalnya, dengan kelompok bunga putih dan buah beri gelap yang menambahkan daya tarik estetika pada taman dan lanskap.
Beberapa kultivar dipilih karena warna dedaunan mereka yang unik, seperti yang memiliki daun berwarna ungu tua. Penting untuk dicatat bahwa meskipun elderberry memiliki berbagai manfaat kesehatan, mengonsumsinya mentah atau tanpa diproses dapat menyebabkan toksisitas karena adanya glikosida sianogenik. Persiapan yang tepat sangat penting untuk menghilangkan racun ini. Memasak, mengeringkan, atau merebus elderberry menghilangkan potensi toksisitas.
Deskripsi Botani Elder

1. Kehidupan: Elder, yang secara ilmiah dikenal sebagai Sambucus, mencakup beberapa spesies tanaman berbunga yang dikenal karena karakteristiknya yang berbeda. Semak atau pohon kecil yang menggugurkan daun ini merupakan bagian dari famili Adoxaceae. Tanaman elder biasanya mencapai ketinggian 10 hingga 30 kaki, menampilkan batang berkayu dengan interior empulur.
2. Daun dan Dedaunan: Daun majemuk elder tersusun berlawanan di sepanjang batang. Setiap daun terdiri dari beberapa anak daun yang memancar dari titik pusat. Tepi daun mungkin bergigi atau bergerigi, yang menambah tekstur keseluruhan tanaman. Dedaunan berwarna hijau subur selama musim tanam, memberikan penampilan yang cerah dan menarik.
3. Bunga: Salah satu ciri khas elder adalah kelompok bunga kecil berwarna putih krem yang besar dan rata di bagian atas. Kelompok bunga ini, yang dikenal sebagai corymbs, muncul pada akhir musim semi hingga awal musim panas. Bunga-bunga tersebut memiliki aroma manis, menarik penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu. Mekarnya bunga elder tidak hanya menarik secara visual tetapi juga signifikan secara ekologis.
4. Buah-buahan: Setelah tahap pembungaan, elder menghasilkan gugusan buah beri kecil berwarna ungu tua hingga hitam. Buah beri ini tidak hanya menarik secara visual tetapi juga kaya akan antioksidan. Buah-buahan ini merupakan elemen penting dalam berbagai aplikasi kuliner dan pengobatan, yang menunjukkan keserbagunaan tanaman elder.
Distribusi Geografis Elder
1. Jangkauan Asli: Elder memiliki distribusi geografis yang beragam, dengan spesies yang berbeda ditemukan di berbagai belahan dunia. Varietas umum termasuk Sambucus nigra, asli Eropa dan Afrika Utara, dan Sambucus canadensis, asli Amerika Utara. Kemampuan adaptasi elder memungkinkannya tumbuh subur di daerah beriklim sedang dan subtropis.
2. Preferensi Habitat: Elder sering ditemukan di berbagai habitat, termasuk hutan, padang rumput, dan tepi sungai. Mereka menunjukkan preferensi untuk tanah yang memiliki drainase baik dan mampu mentolerir berbagai jenis tanah. Kemampuan beradaptasi ini berkontribusi pada penyebaran luas tanaman elder di lingkungan alami dan budidaya.
3. Budidaya dan Kehadiran Global: Di luar jangkauan aslinya, tanaman elder dibudidayakan untuk tujuan hias, kuliner, dan pengobatan di banyak wilayah. Keserbagunaan tanaman ini telah menyebabkan integrasi mereka ke dalam taman dan lanskap di seluruh dunia. Memahami habitat asli spesies elder membantu keberhasilan budidaya dan pemeliharaan.
Komposisi Kimia Elder
1. Fitokimia: Elder kaya akan fitokimia, termasuk flavonoid, quercetin, dan antosianin. Senyawa-senyawa ini berkontribusi pada sifat antioksidan tanaman, yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Kehadiran fitokimia ini juga menambah warna cerah pada buah elderberi dan bunga.
2. Senyawa Obat: Elder memiliki sejarah panjang penggunaan obat tradisional. Komposisi kimianya meliputi senyawa dengan potensi sifat anti-inflamasi dan peningkatan kekebalan tubuh. Ekstrak elderberi umumnya digunakan untuk mendukung kesehatan pernapasan dan meringankan gejala flu biasa.
3. Aplikasi Kuliner: Komposisi kimia elder meluas ke aplikasi kulinernya. Buahnya digunakan dalam pembuatan selai, jeli, dan sirup, memberikan rasa yang unik dan kaya. Bunganya digunakan dalam minuman seperti sirup elderflower dan teh, menunjukkan fleksibilitas elder di dapur.
4. Senyawa Beracun: Sementara buah elderberi dan bunga memiliki banyak manfaat kesehatan, penting untuk dicatat bahwa bagian-bagian tertentu dari tanaman, seperti daun dan batang, mengandung senyawa beracun. Pemrosesan dan persiapan yang tepat sangat penting untuk menghilangkan unsur-unsur beracun ini, memastikan konsumsi produk elder yang aman.
Nilai Gizi Elderberi
1. Vitamin C: Elderberi tinggi vitamin C, dengan sekitar 52 mg per cangkir, mendukung kesehatan kekebalan tubuh, perbaikan jaringan, dan aktivitas antioksidan untuk melawan stres oksidatif.
2. Antosianin: Senyawa polifenolik ini memberikan warna ungu gelap pada elderberi dan memberikan efek antioksidan yang kuat, berpotensi mengurangi peradangan dan melindungi dari kerusakan sel.
3. Flavonol: Elderberi mengandung flavonol seperti quercetin dan kaempferol, yang menawarkan manfaat antioksidan dan anti-inflamasi, mendukung kesehatan jantung dan fungsi kekebalan tubuh.
4. Serat Makanan: Dengan sekitar 10 gram per cangkir, elderberi menyediakan serat makanan, membantu pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, dan mendukung buang air besar secara teratur.
5. Asam Fenolik: Antioksidan ini dalam elderberi membantu menetralkan radikal bebas, berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis seperti masalah kardiovaskular.
6. Mineral: Elderberi mengandung mineral seperti kalium dan zat besi, yang mendukung fungsi otot, transportasi oksigen, dan kesehatan metabolisme secara keseluruhan.
7. Vitamin A: Hadir dalam jumlah kecil, vitamin A dalam elderberi mendukung penglihatan, kesehatan kulit, dan fungsi sistem kekebalan tubuh.
8. Vitamin B6: Vitamin ini membantu dalam metabolisme energi dan kesehatan otak, berkontribusi pada nilai gizi keseluruhan elderberi.
9. Asam Organik: Elderberi mengandung asam organik seperti asam sitrat dan malat, yang dapat mendukung pencernaan dan meningkatkan биоketersediaan nutrisi lain.
10. Protein dan Asam Amino: Meskipun bukan sumber utama, elderberi menyediakan sejumlah kecil protein dan asam amino, mendukung perbaikan jaringan dan proses metabolisme.
Baca Juga: Akar Padi: Kepentingan Ekonomi, Kegunaan, dan Produk Sampingan
Manfaat Kesehatan Pengobatan dari Elder (Sambucus)

1. Dukungan Kekebalan Tubuh: Elderberry dikenal karena khasiatnya yang meningkatkan kekebalan tubuh karena kandungan antioksidan dan vitaminnya yang tinggi. Mereka dapat membantu tubuh bertahan melawan infeksi dan mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.
Sirup Elderberry sering digunakan sebagai obat alami untuk membantu meringankan gejala pilek dan flu biasa. Sifatnya yang kaya antioksidan diyakini dapat memperpendek durasi dan tingkat keparahan penyakit.
2. Efek Anti-Inflamasi: Ekstrak bunga elder dan elderberry mengandung senyawa dengan sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh. Teh atau ekstrak bunga elder dapat digunakan untuk meredakan kondisi peradangan seperti artritis, dengan membantu meringankan nyeri sendi dan rasa tidak nyaman.
3. Kesehatan Pernapasan: Bunga elder telah digunakan secara tradisional untuk mengatasi masalah pernapasan, seperti hidung tersumbat, batuk, dan bronkitis. Menghirup uap yang diinfuskan dengan bunga elder dapat memberikan bantuan dari hidung tersumbat dan memudahkan kesulitan bernapas, terutama selama musim dingin dan alergi.
4. Aktivitas Antivirus: Elderberry mengandung senyawa yang dapat menghambat replikasi virus tertentu, yang berpotensi mengurangi tingkat keparahan infeksi virus. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak elderberry dapat membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi gejala dalam kasus influenza, berkat sifat antivirusnya.
5. Kesehatan Kulit: Ekstrak elderflower kadang-kadang digunakan dalam produk perawatan kulit karena potensinya untuk menenangkan kulit yang teriritasi dan meningkatkan kesehatan kulit wajah. Krim atau salep yang mengandung elderflower dapat dioleskan secara topikal untuk menenangkan kondisi kulit seperti eksim atau luka bakar ringan.
6. Dukungan Pencernaan: Teh elderberry dan elderflower telah digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, termasuk gangguan pencernaan dan konstipasi. Mengonsumsi teh elderflower setelah makan berat dapat membantu pencernaan dan mengurangi ketidaknyamanan yang terkait dengan kembung atau gangguan pencernaan.
7. Sifat Antioksidan: Elderberry kaya akan antioksidan, yang dapat membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Memasukkan elderberry ke dalam makanan Anda dapat membantu mengurangi stres oksidatif, yang berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker.
8. Kesehatan Jantung: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa elderberry mungkin memiliki dampak positif pada kesehatan jantung dengan membantu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kadar kolesterol. Memasukkan elderberry ke dalam diet sehat jantung dapat berkontribusi untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.
Metode Penggunaan untuk Mencapai Manfaat Kesehatan Obat yang Diberikan oleh Elder (Sambucus)
1. Dukungan Kekebalan Tubuh: Minum sirup elderberry sebagai suplemen harian selama musim dingin dan flu. Ikuti dosis yang dianjurkan pada label produk. Antioksidan dan vitamin yang tinggi dalam elderberry dapat membantu meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
2. Efek Anti-Inflamasi: Seduh teh elderflower dengan merendam bunga elder kering dalam air panas selama sekitar 10-15 menit. Minum tehnya 2-3 kali sehari. Senyawa anti-inflamasi dalam elderflower dapat membantu mengurangi peradangan yang terkait dengan kondisi seperti artritis.
3. Kesehatan Pernapasan: Tambahkan bunga elder kering ke dalam mangkuk berisi air panas. Tutupi kepala Anda dengan handuk dan hirup uapnya selama sekitar 10 menit. Menghirup uap elderflower dapat memberikan kelegaan dari hidung tersumbat, batuk, dan ketidaknyamanan bronkial.
4. Aktivitas Antivirus: Konsumsi ekstrak elderberry dalam bentuk sirup, kapsul, atau permen jelly. Ikuti petunjuk dosis yang diberikan oleh produsen. Sifat antivirus elderberry dapat membantu mengurangi tingkat keparahan dan durasi infeksi virus seperti flu.
5. Kesehatan Kulit: Rendam bunga elder kering dalam minyak pembawa (seperti kelapa atau jojoba) selama beberapa minggu. Oleskan minyak yang telah direndam ke kulit yang teriritasi sesuai kebutuhan. Minyak yang diinfus dengan elderflower dapat menenangkan iritasi kulit, luka bakar ringan, dan meningkatkan kesehatan kulit.
6. Dukungan Pencernaan: Minum teh elderflower setelah makan untuk membantu pencernaan. Rendam bunga elder kering dalam air panas selama 10-15 menit sebelum dikonsumsi. Teh elderflower dapat membantu meringankan gangguan pencernaan, kembung, dan ketidaknyamanan pencernaan lainnya.
7. Sifat Antioksidan: Masukkan elderberry segar atau beku ke dalam makanan Anda dengan menambahkannya ke smoothie, oatmeal, atau yogurt. Konsumsi elderberry secara teratur dapat memberikan dorongan antioksidan, mendukung kesehatan secara keseluruhan.
8. Kesehatan Jantung: Siapkan hidangan menggunakan elderberi, seperti selai, jeli, atau saus, dan masukkan ke dalam diet seimbang. Potensi efek positif elderberi pada tekanan darah dan kadar kolesterol dapat berkontribusi pada kesehatan jantung.
Riset dan Studi Ilmiah Elder (Sambucus)
1. Pengurangan Gejala Influenza: Zakay-Rones et al. (1995) menemukan bahwa ekstrak elderberi mengurangi tingkat keparahan dan durasi gejala influenza B dalam uji klinis kecil, mendukung penggunaan tradisionalnya untuk meredakan flu.
2. Meredakan Gejala Pilek pada Wisatawan Udara: Tiralongo et al. (2016) menunjukkan bahwa suplementasi elderberi (kapsul ekstrak 300 mg) mengurangi durasi pilek dan tingkat keparahan gejala pada wisatawan udara, menunjukkan manfaat pendukung kekebalan tubuh.
3. Efek Antivirus dan Antioksidan: Porter dan Bode (2017) meninjau sifat antivirus elderberi, mencatat kemampuannya untuk menghambat replikasi virus influenza dan efek antioksidannya, yang dapat mendukung kesehatan kekebalan tubuh.
4. Aktivitas Antibakteri: Młynarczyk et al. (2018) menunjukkan bahwa ekstrak bunga dan buah elderberi menghambat pertumbuhan patogen nosokomial seperti MRSA, mendukung penggunaannya untuk infeksi bakteri.
5. Potensi Anti-inflamasi dan Antikanker: Zielińska-Wasielica et al. (2023) menemukan bahwa ekstrak bunga dan buah elderberry mengurangi peradangan dan menunjukkan efek antikanker secara in vitro, terutama terhadap sel kanker payudara, karena kandungan polifenolnya yang tinggi.
Baca Juga: 12 Manfaat Kesehatan Pengobatan Selada Air Florida (Nasturtium floridanum)
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Elder

1. Gangguan Pencernaan: Mengonsumsi elderberry yang mentah atau belum matang dapat menyebabkan gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare karena adanya senyawa yang mungkin beracun jika tidak diproses dengan benar.
2. Reaksi Alergi: Beberapa orang mungkin alergi terhadap bunga elder atau elderberry. Reaksi alergi dapat berupa ruam kulit, gatal-gatal, bengkak, atau kesulitan bernapas.
3. Interaksi dengan Obat-obatan: Elderberry dan produk bunga elder berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama obat imunosupresan atau obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Konsultasikan dengan profesional kesehatan jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan.
4. Efek Diuretik: Teh atau suplemen bunga elder mungkin memiliki efek diuretik, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine. Hal ini dapat memengaruhi individu yang sensitif terhadap diuretik atau memiliki kondisi medis tertentu.
5. Kadar Gula Darah: Produk elderberry dan elderflower dapat memengaruhi kadar gula darah. Jika Anda menderita diabetes atau sedang mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi gula darah, pantau kadar Anda dengan cermat jika mengonsumsi produk tanaman elder.
6. Kehamilan dan Menyusui: Penelitian terbatas tersedia tentang keamanan penggunaan produk elder selama kehamilan dan menyusui. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan produk tanaman elder selama periode ini.
7. Toksisitas: Seperti yang disebutkan sebelumnya, mengonsumsi elderberry mentah atau yang tidak diproses dengan benar dapat menyebabkan toksisitas glikosida sianogenik, yang menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan pusing.
8. Anak-anak: Produk Elderberry tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak kecil karena potensi risiko toksisitas dan reaksi alergi.
Tindakan Pencegahan dan Rekomendasi Keamanan Dalam Menggunakan Tanaman Obat Elder
1. Memahami Dosis: Penting untuk mendekati penggunaan elder dengan pemahaman yang jelas tentang dosis yang direkomendasikan. Sementara elder memiliki sejarah yang kaya dalam penggunaan obat tradisional, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping. Berkonsultasi dengan profesional kesehatan disarankan untuk menentukan dosis yang tepat dan aman berdasarkan faktor kesehatan individu.
2. Potensi Reaksi Alergi: Seperti halnya pengobatan herbal lainnya, individu dapat menunjukkan reaksi alergi terhadap elder. Penting untuk menyadari alergi yang diketahui terhadap tanaman dalam keluarga Adoxaceae, yang menjadi tempat elder berada. Memulai dengan dosis kecil dan memantau reaksi yang merugikan dapat membantu mengidentifikasi dan mencegah potensi alergi.
3. Metode Persiapan: Persiapan yang tepat dari produk elder sangat penting untuk keamanan. Bagian-bagian tertentu dari tanaman elder, seperti daun dan batang, mengandung senyawa beracun. Hanya menggunakan buah beri dan bunga yang matang dalam persiapan kuliner atau obat, dan mengikuti metode pemrosesan yang direkomendasikan, memastikan penghilangan elemen berbahaya.
4. Interaksi dengan Obat-obatan: Elder dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Individu yang mengonsumsi obat resep harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan mereka sebelum memasukkan tanaman obat ini ke dalam rejimen kesehatan mereka. Tindakan pencegahan ini memastikan tidak ada interaksi yang tidak diinginkan yang dapat membahayakan kesehatan.
5. Kehamilan dan Laktasi: Individu hamil atau menyusui harus berhati-hati saat mempertimbangkan penggunaan elder. Penelitian terbatas tersedia tentang efek tanaman obat ini selama kehamilan, jadi berkonsultasi dengan profesional kesehatan disarankan untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi.
6. Kualitas Sumber: Kemanjuran pengobatan herbal terkait erat dengan kualitas sumber. Pastikan bahwa produk elder diperoleh dari pemasok terpercaya yang mematuhi standar kualitas. Ini termasuk memverifikasi metode budidaya, praktik panen, dan pemrosesan tambahan apa pun yang dialami oleh tanaman.
7. Pemantauan Efek Samping: Pemantauan rutin untuk setiap efek samping sangat penting saat menggunakan elder. Efek samping yang umum mungkin termasuk ketidaknyamanan gastrointestinal atau reaksi alergi ringan. Jika ada efek samping yang menetap atau memburuk, disarankan untuk menghentikan penggunaan dan mencari perhatian medis.
FAQ Tentang Tanaman Obat Elder
1. Apakah Elder Dapat Digunakan untuk Anak-anak?
Meskipun elder memiliki penggunaan historis dalam pengobatan tradisional, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memberikannya kepada anak-anak. Pertimbangan dosis dan keamanan mungkin berbeda untuk individu yang lebih muda.
2. Apakah Ada Interaksi Obat yang Diketahui dengan Elder?
Ya, elder dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk menghindari potensi interaksi, terutama jika seseorang saat ini sedang mengonsumsi obat resep.
3. Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Merasakan Manfaat Pengobatan?
Waktu yang dibutuhkan untuk merasakan manfaat elder dapat bervariasi antar individu. Faktor-faktor seperti dosis, frekuensi penggunaan, dan kondisi kesehatan individu berkontribusi pada variabilitas. Disarankan untuk bersabar dan konsisten dengan penggunaan untuk hasil yang optimal.
4. Bisakah Elder Menggantikan Obat Resep?
Elder bukanlah pengganti obat resep. Penting untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum membuat perubahan apa pun pada rejimen pengobatan yang ada. Tanaman ini dapat melengkapi perawatan konvensional tetapi tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya alternatif.
5. Apakah Elder Aman untuk Penggunaan Jangka Panjang?
Penelitian terbatas tersedia tentang penggunaan elder jangka panjang. Dianjurkan untuk menggunakannya di bawah bimbingan seorang profesional kesehatan dan untuk secara berkala menilai kembali kesesuaiannya yang berkelanjutan untuk kebutuhan kesehatan individu.

