Artemisia maritima, yang umumnya dikenal sebagai sea wormwood atau maritime wormwood, adalah tanaman obat tahunan yang termasuk dalam genus Artemisia dan keluarga Asteraceae. Berasal dari wilayah pesisir Eropa, Asia, dan Amerika Utara, herba ini telah dihargai karena berbagai khasiat obat dan penggunaan historisnya.
Artemisia maritima biasanya tumbuh hingga setinggi 1 meter, dengan daun berwarna abu-abu keperakan yang berlobus dalam dan ditutupi dengan rambut halus. Aroma aromatik khas tanaman ini disebabkan oleh kandungan minyak esensialnya.
Tanaman ini memiliki sejarah yang kaya dalam pengobatan tradisional, khususnya di Eropa dan Asia. Telah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti gangguan pencernaan, masalah menstruasi, dan masalah pernapasan. Selain itu, telah digunakan secara eksternal karena sifat antiseptik dan penyembuhan luka.
Artemisia maritima mengandung beberapa senyawa bioaktif, termasuk minyak esensial, flavonoid, terpenoid, dan seskuiterpen lakton. Komponen utama yang bertanggung jawab atas efek obatnya adalah tujon, kamper, dan sineol.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari Artemisia maritima memiliki sifat anti-inflamasi, yang berpotensi bermanfaat untuk kondisi yang melibatkan peradangan, seperti artritis.
Minyak esensial dari tanaman obat Artemisia maritima menunjukkan sifat antimikroba, sehingga berguna untuk mengobati infeksi dan meningkatkan penyembuhan luka. Dalam pengobatan tradisional, Artemisia maritima telah digunakan untuk mengatur menstruasi dan meringankan ketidaknyamanan menstruasi.
Minyak esensial tanaman obat Artemisia maritima mengandung senyawa yang dapat membantu meredakan hidung tersumbat dan meningkatkan relaksasi bronkial, yang berpotensi membantu meringankan masalah pernapasan.
Meskipun penggunaan tradisional memberikan wawasan tentang potensi manfaatnya, penelitian ilmiah modern tentang Artemisia maritima relatif terbatas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi kemanjuran dan keamanannya untuk berbagai aplikasi medis.
Nilai Gizi Artemisia maritima (Ajer Pesisir)
1. Lakton Seskuiterpena (Santonin): Ajer pesisir mengandung santonin, lakton seskuiterpena, terutama pada kepala bunga yang belum mekar. Senyawa ini secara historis digunakan sebagai obat cacing untuk mengeluarkan parasit usus, berkontribusi pada kesehatan usus.
2. Flavonoid: Spesies Artemisia, termasuk A. maritima, kaya akan flavonoid, yang bertindak sebagai antioksidan. Senyawa-senyawa ini membantu menetralkan radikal bebas, berpotensi mengurangi stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.
3. Minyak Esensial: Daun dan tunas aromatik tanaman ini mengandung minyak esensial, yang memiliki sifat antiseptik dan antimikroba. Minyak ini dapat mendukung kesehatan kekebalan tubuh dan melindungi dari infeksi.
4. Terpena: Ajer pesisir mengandung terpena, seperti seskuiterpena, yang berkontribusi pada rasa pahitnya dan dapat merangsang proses pencernaan, membantu penyerapan nutrisi dan motilitas usus.
5. Senyawa Fenolik: Fenolik dalam spesies Artemisia dikenal karena efek antioksidannya, yang dapat melindungi sel dari kerusakan yang terkait dengan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.
6. Alkaloid: Beberapa spesies Artemisia mengandung alkaloid, yang mungkin memiliki efek stimulan ringan pada sistem saraf pusat, yang berpotensi meningkatkan kewaspadaan dan pencernaan.
7. Tanin: Tanin dalam sea wormwood mungkin memiliki sifat astringen, yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran pencernaan dan meningkatkan penyembuhan luka saat digunakan secara topikal.
8. Kumarin: Senyawa ini, yang ditemukan pada spesies Artemisia terkait, dapat mendukung sirkulasi darah dan memiliki sifat antikoagulan, meskipun harus digunakan dengan hati-hati karena potensi toksisitas.
9. Senyawa Volatil: Aroma kuat sea wormwood berasal dari senyawa volatil yang dapat mengusir serangga dan memiliki efek antimikroba ringan, mendukung kebersihan lingkungan dan pribadi.
10. Mineral Spure: Meskipun tidak dipelajari secara ekstensif, spesies Artemisia sering mengandung mineral spure seperti magnesium dan kalium, yang mendukung fungsi metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan.
Manfaat Kesehatan Obat dari Artemisia maritima (Sea wormwood)

1. Dukungan Pencernaan: Artemisia maritima telah digunakan secara tradisional untuk membantu pencernaan dan meringankan masalah pencernaan. Senyawa pahitnya merangsang sekresi enzim pencernaan, meningkatkan pencernaan yang lebih baik. Misalnya, teh yang terbuat dari daun Artemisia maritima dapat dikonsumsi setelah makan berat untuk membantu mencegah kembung dan ketidaknyamanan.
2. Sifat Anti-Inflamasi: Senyawa anti-inflamasi tanaman ini berpotensi membantu mengelola kondisi seperti artritis. Ekstrak Artemisia maritima dapat mengurangi peradangan dan memberikan kelegaan bagi individu yang mengalami nyeri sendi. Manfaat ini dapat disamakan dengan cara kerja obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID), tetapi dalam bentuk yang lebih alami.
3. Aksi Antimikroba: Minyak esensial Artemisia maritima menunjukkan efek antimikroba yang dapat membantu dalam penyembuhan luka dan mencegah infeksi. Mengoleskan minyak Artemisia maritima yang diencerkan pada luka atau luka kecil dapat mempercepat penyembuhan dengan mencegah pertumbuhan bakteri, mirip dengan efek antiseptik yang dijual bebas.
4. Bantuan Pernapasan: Minyak esensial tanaman ini mengandung senyawa yang dapat meringankan kemacetan pernapasan dan meningkatkan relaksasi bronkial. Tindakan ini dapat memberikan kelegaan bagi individu dengan kondisi seperti bronkitis atau pilek, seperti halnya mentol dalam obat batuk membantu menenangkan saluran udara.
5. Kenyamanan Menstruasi: Penggunaan tradisional Artemisia maritima menunjukkan bahwa itu dapat membantu mengatur menstruasi dan mengurangi ketidaknyamanan menstruasi. Minum teh yang terbuat dari daunnya dapat memberikan kelegaan dari kram dan periode tidak teratur, sebanding dengan efek suplemen herbal tertentu yang dirancang untuk kesehatan menstruasi.
6. Meredakan Gangguan Pencernaan: Senyawa Artemisia maritima dapat memiliki efek menenangkan pada saluran pencernaan, berpotensi mengurangi kejang perut dan meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan. Tindakan ini bisa mirip dengan efek menenangkan teh chamomile pada sakit perut.
7. Potensi Anti-parasit: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Artemisia maritima mungkin memiliki sifat anti-parasit. Senyawa aktifnya dapat membantu memerangi parasit usus tertentu, menawarkan pendekatan alternatif atau pelengkap untuk pengobatan anti-parasit tradisional.
8. Peningkatan Suasana Hati: Senyawa aromatik tanaman ini mungkin memiliki efek meningkatkan suasana hati, berpotensi membantu meringankan kecemasan ringan atau suasana hati yang buruk. Menghirup aroma minyak esensial Artemisia maritima dapat memberikan efek menenangkan, mirip dengan praktik aromaterapi.
9. Regulasi Gula Darah: Penelitian awal menunjukkan bahwa ekstrak Artemisia maritima dapat memengaruhi kadar gula darah. Ini mungkin membantu dalam mengelola glukosa darah, agak mirip dengan efek obat diabetes tertentu.
10. Potensi Anti-Kanker: Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tertentu dalam Artemisia maritima mungkin memiliki sifat anti-kanker dengan menghambat pertumbuhan sel kanker. Manfaat potensial ini dapat dibandingkan dengan efek obat kemoterapi dalam hal menargetkan pertumbuhan sel abnormal.
Baca Juga: Akar Mentimun: Kepentingan Ekonomi, Kegunaan dan Produk Sampingan
Metode Penggunaan untuk Mencapai Manfaat Kesehatan Medis yang Disediakan dari Artemisia maritima (Sea wormwood)
1. Dukungan Pencernaan: Siapkan infusi dengan menyeduh 1-2 sendok teh daun Artemisia maritima kering dalam air panas selama 10-15 menit. Saring dan minum teh 15-30 menit sebelum atau sesudah makan. Senyawa pahit dalam teh dapat merangsang enzim pencernaan, membantu pencernaan. Hindari konsumsi berlebihan, karena rasa pahitnya bisa sangat kuat.
2. Sifat Anti-Inflamasi: Buat tapal dengan menghancurkan daun Artemisia maritima segar dan mengoleskannya ke area yang terkena. Senyawa anti-inflamasi dapat membantu menenangkan nyeri sendi dan peradangan. Untuk pendekatan yang lebih terarah, masukkan daun Artemisia maritima ke dalam minyak pembawa dan pijat pada sendi yang sakit.
3. Aksi Antimikroba: Encerkan beberapa tetes minyak esensial Artemisia maritima dalam minyak pembawa (seperti minyak kelapa atau zaitun) dan oleskan pada luka atau luka kecil. Sifat antimikroba minyak dapat membantu mencegah infeksi dan meningkatkan penyembuhan luka. Pastikan pengenceran yang tepat untuk menghindari iritasi kulit.
4. Bantuan Pernapasan: Hirup uap minyak esensial Artemisia maritima dengan menambahkan beberapa tetes ke dalam mangkuk berisi air panas. Letakkan handuk di atas kepala dan mangkuk, buat tenda untuk menjebak uap. Bernapaslah dalam-dalam untuk merasakan kelegaan dari hidung tersumbat dan ketidaknyamanan bronkial.
5. Kenyamanan Menstruasi: Siapkan teh yang menenangkan dengan menyeduh 1-2 sendok teh daun Artemisia maritima kering dalam air panas selama 10-15 menit. Minum teh ini selama siklus menstruasi Anda dapat membantu meringankan kram dan mengatur periode. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan obat herbal apa pun untuk kesehatan menstruasi.
6. Menenangkan Saluran Pencernaan: Seduh ramuan lembut menggunakan daun Artemisia maritima dan konsumsilah sebagai teh. Ini dapat membantu menenangkan kejang perut dan meningkatkan kenyamanan pencernaan. Aroma lembut teh juga dapat berkontribusi pada relaksasi.
7. Potensi Anti-parasit: Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mencoba perawatan anti-parasit apa pun dengan Artemisia maritima. Jika direkomendasikan, ikuti instruksi dosis yang diberikan oleh profesional. Umumnya, ekstrak herbal atau tincture dapat digunakan dalam kombinasi dengan herbal lain untuk menargetkan parasit tertentu.
8. Peningkatan Suasana Hati: Tambahkan beberapa tetes minyak esensial Artemisia maritima ke diffuser aroma atau inhaler pribadi. Hirup aromanya sebentar-sebentar sepanjang hari untuk efek meningkatkan suasana hati. Atau, encerkan minyak esensial dan gunakan untuk pijat yang menenangkan.
9. Regulasi Gula Darah: Jika mempertimbangkan penggunaan Artemisia maritima untuk manajemen gula darah, konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk panduan. Mereka dapat merekomendasikan dosis dan bentuk yang sesuai, yang mungkin termasuk ekstrak herbal atau kapsul.
10. Potensi Anti-Kanker: Penelitian tentang potensi anti-kanker Artemisia maritima masih bersifat awal. Jika menjelajahi potensi manfaat ini, penting untuk bekerja sama dengan profesional kesehatan yang berspesialisasi dalam onkologi dan pengobatan integratif. Penggunaan apa pun akan ditentukan berdasarkan temuan penelitian terbaru dan keadaan kesehatan individu.
Baca Juga: Faktor-faktor Berbeda Pembentukan Tanah
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Artemisia maritima
1. Toksisitas: Artemisia maritima mengandung senyawa seperti thujone, yang dapat menjadi racun dalam jumlah besar. Konsumsi berlebihan tanaman ini atau ekstraknya dapat menyebabkan efek samping seperti muntah, kejang, dan bahkan kerusakan organ. Hindari penggunaan dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang.
2. Reaksi Alergi: Beberapa individu mungkin sensitif terhadap tanaman dari keluarga Asteraceae, tempat Artemisia maritima berada. Reaksi alergi dapat mencakup iritasi kulit, gatal-gatal, atau gejala pernapasan seperti bersin dan hidung tersumbat.
3. Kehamilan dan Menyusui: Karena potensi toksisitas dan kurangnya data keamanan yang memadai, wanita hamil dan menyusui sebaiknya menghindari penggunaan Artemisia maritima untuk tujuan pengobatan.
4. Interaksi dengan Obat-obatan: Artemisia maritima dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, terutama yang memengaruhi sistem saraf pusat atau kadar gula darah. Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan sebelum menggunakan tanaman ini.
5. Efek Neurologis: Thujone, senyawa yang ditemukan dalam Artemisia maritima, dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Dalam dosis tinggi, dapat menyebabkan gejala neurologis seperti kejang, halusinasi, dan kebingungan.
6. Gangguan Pencernaan: Pada beberapa individu, konsumsi Artemisia maritima atau ekstraknya dapat menyebabkan ketidaknyamanan gastrointestinal, mual, atau muntah.
7. Sensitivitas terhadap Cahaya: Ada kemungkinan bahwa Artemisia maritima dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari, yang menyebabkan reaksi kulit saat terpapar matahari. Disarankan untuk menggunakan perlindungan matahari jika Anda menggunakan produk yang mengandung Artemisia maritima pada kulit Anda.
8. Efek Hormonal: Artemisia maritima mungkin memiliki dampak pada keseimbangan hormonal, terutama bagi individu dengan kondisi terkait hormon. Hindari penggunaannya tanpa panduan yang tepat jika Anda memiliki masalah kesehatan terkait hormon.
9. Kesehatan Hati: Senyawa dalam Artemisia maritima berpotensi memengaruhi fungsi hati. Individu dengan kondisi hati harus berhati-hati dan berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan tanaman ini.
10. Anak-anak: Karena potensi toksisitas, Artemisia maritima tidak boleh diberikan kepada anak-anak tanpa pengawasan dari profesional kesehatan.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus tentang Artemisia maritima (Sea Wormwood)

1. Santonin sebagai Vermifuge (Penggunaan Historis, Abad ke-19-20): Studi farmakologis awal, seperti yang diringkas dalam A Modern Herbal (1930-an), mendokumentasikan penggunaan santonin dari kepala bunga A. maritima sebagai anthelmintik yang efektif untuk mengeluarkan cacing usus. Senyawa ini dikombinasikan dengan minyak jarak untuk memfasilitasi pengangkatan parasit, dengan efek yang lebih ringan dibandingkan dengan *A. absinthium.
2. Sifat Tonik Pencernaan (Fern, 2016): Menurut Temperate Plants Database oleh Ken Fern (2016), daun dan pucuk berbunga A. maritima digunakan sebagai tonik pencernaan, merangsang nafsu makan dan membantu pencernaan. Sifat karminatif dan stomakiknya membantu meredakan kembung dan meningkatkan fungsi usus, meskipun uji klinis spesifik masih kurang.
3. Efek Antimikroba (Boudjelal et al., 2020): Sebuah studi tentang Artemisia absinthium oleh Boudjelal et al. (2020) menemukan bahwa spesies Artemisia terkait, termasuk A. maritima, mengandung minyak esensial dengan sifat antimikroba. Minyak ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri, mendukung penggunaan tradisionalnya dalam penyembuhan luka dan pencegahan infeksi.
4. Potensi Anti-inflamasi (Costa et al., 2020): Penelitian oleh Costa et al. (2020) tentang spesies Artemisia yang dapat dimakan menyoroti efek anti-inflamasi dari lakton seskuiterpen dan flavonoid, yang hadir dalam A. maritima. Senyawa ini dapat mengurangi peradangan, berpotensi membantu kondisi seperti arthritis, meskipun studi langsung pada A. maritima terbatas.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Artemisia maritima (Sea Wormwood)
1. Untuk apa Artemisia maritima digunakan?
Sea wormwood terutama digunakan dalam pengobatan herbal sebagai tonik pencernaan, obat cacing (untuk mengeluarkan cacing usus), dan antiseptik. Daun dan pucuk berbunga dipanen untuk sifat obatnya, meskipun juga digunakan di rumah untuk mengusir serangga.
2. Apakah Artemisia maritima aman dikonsumsi?
Dalam jumlah kecil, mungkin aman untuk penggunaan tertentu, tetapi senyawa seperti santonin dapat menjadi racun dalam dosis besar. Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum menggunakannya, terutama untuk konsumsi internal, karena potensi efek samping.
3. Bisakah sea wormwood digunakan dalam masakan?
Meskipun bukan herba kuliner yang umum, daunnya kadang-kadang digunakan sebagai penyedap pahit dalam minuman atau untuk membumbui daging. Rasa yang kuat dan potensi toksisitasnya memerlukan penggunaan yang hati-hati.
4. Di mana Artemisia maritima tumbuh?
Sea wormwood berasal dari wilayah pesisir Eropa utara, ditemukan di rawa-rawa garam, tebing laut, dan pantai kerikil. Ia juga telah menyebar ke pedalaman di sepanjang pinggir jalan yang diasinkan.a
5. Apakah sea wormwood memiliki efek samping?
Ya, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan toksisitas karena santonin atau senyawa mirip thujone, yang menyebabkan gejala seperti mual atau, dalam kasus yang jarang terjadi, kejang. Gunakan di bawah bimbingan profesional.
6. Apa perbedaan sea wormwood dari common wormwood (A. absinthium)?
Sea wormwood memiliki efek obat yang lebih ringan dan rasa yang kurang kuat dibandingkan A. absinthium. Ia juga memiliki daun yang lebih ramping dan tumbuh subur di lingkungan pesisir yang asin.
7. Bisakah Artemisia maritima ditanam di kebun?
Ya, cocok untuk taman batu atau perbatasan karena toleransi kekeringannya dan kemampuannya untuk tumbuh di tanah bergaram yang buruk. Ia membutuhkan sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase baik.
8. Apakah sea wormwood digunakan dalam produksi absinthe?
Meskipun A. absinthium adalah wormwood utama dalam absinthe, A. maritima kadang-kadang digunakan sebagai bahan sekunder karena rasanya yang lebih ringan.
Apakah Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kontribusi? Jika ya, jangan ragu untuk menggunakan kotak komentar di bawah ini untuk berbagi pemikiran Anda. Kami juga mendorong Anda untuk dengan baik hati membagikan informasi ini kepada orang lain yang mungkin mendapat manfaat darinya. Karena kami tidak dapat menjangkau semua orang sekaligus, kami sangat menghargai bantuan Anda dalam menyebarkan berita. Terima kasih banyak atas dukungan dan berbagi Anda!
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Manfaat kesehatan yang dijelaskan didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengetahuan tradisional. Ini bukan pengganti nasihat medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan ramuan atau pengobatan alami apa pun untuk tujuan medis.

