Artemisia maritima, yang umumnya dikenal sebagai Sea Wormwood atau Maritime Wormwood, adalah tanaman herba yang menarik yang tumbuh subur di wilayah pesisir dan dikenal karena karakteristik botaninya yang unik.
Artemisia maritima adalah herba abadi yang biasanya tumbuh hingga ketinggian 30 hingga 80 sentimeter (12 hingga 31 inci). Ia memiliki kebiasaan tumbuh tegak dan rimbun, dengan banyak batang yang muncul dari pangkal tengah.
Daun Artemisia maritima adalah ciri khas tanaman. Mereka terbagi halus dan berlobus dalam, memberikan tampilan berbulu. Daun biasanya berwarna hijau keabu-abuan dan mengeluarkan aroma aromatik yang khas saat diremas.
Tanaman menghasilkan bunga kecil yang tidak mencolok yang dikelompokkan dalam kelompok atau spike padat dan memanjang. Kelompok bunga ini seringkali berwarna kekuningan atau kehijauan dan tidak memiliki kelopak yang mencolok. Mereka mekar di bulan-bulan musim panas.
Artemisia maritima memiliki sistem akar berserabut yang menambatkan tanaman di tanah berpasir atau berbatu. Akarnya biasanya tidak dipanen untuk keperluan pengobatan.
Batang Artemisia maritima ramping dan bercabang, dengan pangkal berkayu. Mereka ditutupi rambut halus berwarna keperakan yang berkontribusi pada penampilan keabu-abuan tanaman secara keseluruhan.
Salah satu karakteristik Artemisia maritima yang paling khas adalah aromanya yang kuat. Daun dan batang mengeluarkan aroma pedas seperti kamper, yang merupakan indikator utama sifat obatnya.
Artemisia maritima umumnya ditemukan di daerah pesisir, terutama di sepanjang garis pantai dan rawa-rawa garam. Ia tumbuh subur di tanah berpasir yang memiliki drainase baik dan sering terpapar semprotan garam dan angin pantai.
Tanaman ini tersebar di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah pesisir Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Ia telah beradaptasi dengan berbagai lingkungan dan dapat ditemukan di iklim sedang maupun subarktik.
Artemisia maritima mengikuti siklus pertumbuhan abadi, yang berarti ia tumbuh kembali dari akar yang sama tahun demi tahun. Ia juga dapat bereproduksi melalui biji.
Sepanjang sejarah, Artemisia maritima telah digunakan karena khasiat obatnya. Ia telah digunakan dalam pengobatan herbal tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk masalah pencernaan, masalah pernapasan, dan kondisi kulit.
Baca Juga: Segmen Tangerine dan Mandarin: Kepentingan Ekonomi, Penggunaan, dan Produk Sampingan
Manfaat Kesehatan Obat dari Artemisia maritima (Sea Wormwood)

1. Peningkat Sistem Kekebalan Tubuh Artemisia maritima mengandung senyawa yang dapat meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh Anda. Konsumsi rutin dapat membantu tubuh Anda mempertahankan diri terhadap infeksi dan penyakit.
2. Bantuan Pencernaan Tanaman ini telah digunakan untuk meringankan masalah pencernaan selama berabad-abad. Ia dapat meredakan gangguan pencernaan, kembung, dan ketidaknyamanan perut. Anda dapat menyiapkan teh yang menenangkan dengan menyeduh daunnya.
3. Sifat Anti-Inflamasi Artemisia maritima memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga efektif untuk mengurangi peradangan di berbagai bagian tubuh. Ini bisa sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita radang sendi atau kondisi peradangan lainnya.
4. Pereda Nyeri Jika Anda mengalami nyeri, baik karena sakit kepala atau nyeri otot, Artemisia maritima dapat memberikan peredaan. Ia berfungsi sebagai pereda nyeri alami ketika dikonsumsi atau dioleskan secara topikal.
5. Kesehatan Pernapasan Bagi individu dengan masalah pernapasan, tanaman ini dapat menjadi pengubah permainan. Ia dapat membantu meringankan gejala asma, bronkitis, dan batuk. Menghirup uap yang diinfus dengan Artemisia maritima dapat memberikan kelegaan cepat.
6. Kaya Antioksidan Artemisia maritima dikemas dengan antioksidan yang melawan radikal bebas dalam tubuh Anda. Antioksidan ini membantu melindungi sel-sel Anda dari kerusakan, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
7. Pengurangan Stres Tanaman obat ini memiliki sifat menenangkan yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Secangkir teh Artemisia maritima hangat sebelum tidur dapat meningkatkan relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur.
8. Meredakan Nyeri Menstruasi Wanita yang mengalami kram menstruasi dapat menemukan kelegaan dalam Artemisia maritima. Ia dapat membantu meringankan ketidaknyamanan dan mengurangi tingkat keparahan kram.
9. Kesehatan Kulit Artemisia maritima dapat digunakan secara topikal untuk meningkatkan kesehatan kulit. Ia dapat menenangkan iritasi kulit, mengurangi jerawat, dan meningkatkan kulit yang lebih bersih.
10. Potensi Antimalaria Studi terbaru menunjukkan bahwa Artemisia maritima mungkin memiliki sifat antimalaria. Meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan, manfaat potensial ini bisa menjadi penting di daerah yang terkena malaria.
Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan Obat dari Scutellaria nana (Tengkorak Kerdil)
Metode Penggunaan untuk Mencapai Manfaat Kesehatan yang Diberikan dari Artemisia maritima (Sea Wormwood)
1. Teh: Siapkan teh yang menenangkan dengan menyeduh daun Artemisia maritima dalam air panas. Minumlah secara teratur untuk menikmati manfaat peningkatan kekebalan tubuh dan pencernaan.
2. Aplikasi Topikal: Untuk masalah kulit atau pereda nyeri, Anda dapat membuat tapal atau salep menggunakan daun Artemisia maritima dan mengoleskannya ke area yang terkena.
3. Inhalasi: Menghirup uap yang diinfus dengan daun Artemisia maritima dapat membantu masalah pernapasan. Didihkan air, tambahkan daunnya, dan hirup uapnya.
4. Tincture: Anda dapat membuat tincture dengan merendam Artemisia maritima dalam alkohol. Bentuk pekat ini memungkinkan pemberian dosis yang tepat.
5. Kapsul atau Tablet: Suplemen Artemisia maritima tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet, memberikan cara mudah untuk memasukkannya ke dalam rutinitas harian Anda.
6. Minyak Esensial: Minyak esensial yang diekstrak dari Artemisia maritima dapat digunakan untuk aromaterapi. Ia memiliki efek menenangkan dan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.
7. Kompres: Buat kompres hangat dengan merendam kain dalam infus Artemisia maritima yang diencerkan. Oleskan pada otot yang sakit atau area yang meradang untuk meredakan.
8. Penggunaan Kuliner: Di beberapa daerah, daun Artemisia maritima digunakan sebagai bumbu kuliner untuk membumbui hidangan. Namun, harus digunakan dengan hemat karena rasanya yang kuat.
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Artemisia maritima
1. Reaksi Alergi: Beberapa individu mungkin hipersensitif terhadap Artemisia maritima dan dapat mengalami reaksi alergi. Reaksi ini dapat bermanifestasi sebagai ruam kulit, gatal-gatal, biduran, atau kemerahan. Dalam kasus yang parah, reaksi alergi dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan pembengkakan wajah dan tenggorokan, yang memerlukan perhatian medis segera.
2. Gangguan Pencernaan: Konsumsi Artemisia maritima yang berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan. Ini dapat mencakup gejala seperti mual, muntah, diare, kram perut, dan kembung. Penting untuk menggunakan tanaman ini secukupnya untuk menghindari masalah ini.
3. Fotosensitivitas: Pada beberapa individu, paparan Artemisia maritima, terutama ketika dioleskan secara topikal, dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari. Hal ini dapat menyebabkan kulit terbakar atau iritasi kulit saat terpapar sinar UV. Jika Anda berencana menggunakan Artemisia maritima secara topikal, berhati-hatilah saat menghabiskan waktu di luar ruangan di bawah sinar matahari.
4. Masalah Hati: Ada laporan tentang Artemisia maritima yang memengaruhi fungsi hati dalam beberapa kasus. Penggunaan yang berkepanjangan atau berlebihan dapat menyebabkan peningkatan enzim hati, yang dapat mengindikasikan stres atau kerusakan hati. Jika Anda memiliki masalah hati yang sudah ada atau sedang mengonsumsi obat-obatan yang memengaruhi hati, konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan tanaman ini.
5. Masalah Ginjal: Meskipun jarang terjadi, ada beberapa kasus masalah terkait ginjal yang terkait dengan penggunaan Artemisia maritima. Ini mungkin termasuk nyeri ginjal, perubahan warna atau frekuensi urin, atau kesulitan buang air kecil. Jika Anda mengalami gejala seperti itu, hentikan penggunaan dan cari nasihat medis.
6. Interaksi dengan Obat-obatan: Artemisia maritima dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, termasuk antikoagulan (pengencer darah) dan obat-obatan yang memengaruhi hati atau ginjal. Jika Anda sedang mengonsumsi obat apa pun, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum menggunakan tanaman ini untuk menghindari potensi komplikasi.
7. Efek pada Sistem Saraf Pusat: Beberapa individu mungkin mengalami efek ringan pada sistem saraf pusat saat menggunakan Artemisia maritima, seperti pusing, sakit kepala, atau kebingungan ringan. Efek ini biasanya bersifat sementara dan mereda dengan pengurangan penggunaan.
8. Tukak Lambung: Penggunaan Artemisia maritima yang berkepanjangan atau berlebihan dapat memperburuk tukak lambung yang sudah ada atau berpotensi menyebabkan perkembangan tukak baru. Jika Anda memiliki riwayat tukak lambung atau gastritis, gunakan tanaman ini dengan hati-hati dan hentikan jika Anda mengalami gejala yang memburuk.
9. Efek Hormonal: Beberapa senyawa dalam Artemisia maritima mungkin memiliki efek hormonal. Wanita hamil dan menyusui harus menghindari penggunaan tanaman ini, karena berpotensi memengaruhi kadar hormon dan perkembangan janin.
10. Interaksi dengan Obat Tekanan Darah: Artemisia maritima mungkin memiliki dampak ringan pada tekanan darah. Jika Anda sedang mengonsumsi obat untuk mengelola tekanan darah Anda, pantau kadar Anda dengan cermat dan konsultasikan dengan profesional perawatan kesehatan untuk panduan tentang memasukkan tanaman ini ke dalam rutinitas Anda.
Nilai Gizi Artemisia maritima (Ajer Laut)

1. Protein Kasar: Daun Artemisia maritima mengandung sekitar 13,17% protein kasar, menyediakan asam amino esensial yang mendukung perbaikan jaringan, produksi enzim, dan pertumbuhan keseluruhan dalam penggunaan diet tradisional.
2. Lemak Kasar: Dengan sekitar 4,11% lemak kasar, tanaman ini menawarkan lipid sehat yang berkontribusi pada penyediaan energi dan dapat membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
3. Karbohidrat: Herbal ini memiliki sekitar 49,63% karbohidrat, berfungsi sebagai sumber energi utama dan mendukung fungsi metabolisme ketika dimasukkan ke dalam makanan atau infus.
4. Serat Makanan: Dengan 21,06% serat makanan, ia meningkatkan kesehatan pencernaan, mengatur kadar gula darah, dan membantu menjaga kolesterol sehat dengan membantu keteraturan buang air besar.
5. Mineral: Kaya akan mineral seperti magnesium (9,472 mg/g), kalsium (4,152 mg/g), dan zat besi (4,112 mg/g), elemen-elemen ini mendukung kesehatan tulang, fungsi otot, dan transportasi oksigen dalam tubuh.
6. Fenolik: Mengandung 17,64 mg/g fenolik, senyawa ini bertindak sebagai antioksidan kuat, melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan mengurangi peradangan.
7. Flavonoid: Dengan 7,67 mg/g flavonoid, mereka menetralkan radikal bebas, mendukung kesehatan kardiovaskular, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh melalui efek anti-inflamasi mereka.
8. Asam Lemak Tak Jenuh Ganda (PUFA): Termasuk asam lemak omega-3 seperti asam linolenat, yang meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi peradangan, dan menyeimbangkan rasio omega-6 terhadap omega-3 untuk nutrisi optimal.
9. Kadar Abu: Sekitar 6,32% abu menunjukkan profil kaya mineral, berkontribusi pada keseimbangan elektrolit dan proses fisiologis dasar.
10. Terpenoid: Senyawa bioaktif ini, termasuk seskuiterpen, memberikan sifat antimikroba dan mendukung kesehatan pencernaan sebagai bagian dari kandungan minyak esensial tanaman.
Artemisia maritima, sering digunakan dalam pengobatan tradisional daripada sebagai makanan pokok, menawarkan profil nutrisi seimbang dengan makronutrien, mineral, dan antioksidan signifikan, menjadikannya makanan fungsional potensial untuk meningkatkan kesehatan makanan dalam jumlah sedang.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus tentang Artemisia maritima
1. Zaman et al. (2022): Studi farmakognostik ini mengevaluasi profil nutrisi dan bioaktif Artemisia maritima, mengungkapkan kandungan fenolik tinggi (17,64 mg/g) dan flavonoid (7,67 mg/g) dengan aktivitas antioksidan yang kuat (DPPH IC50 45,2 µg/mL), bersama dengan efek antidiabetik (12,61% inhibisi alfa-amilase), mendukung potensinya untuk mengelola stres oksidatif dan diabetes (Zaman, K., et al., 2022).
2. Rocha et al. (2021): Peneliti menganalisis minyak esensial dan air hidrodistilasi dari Artemisia campestris subsp. maritima (berkerabat dekat dengan A. maritima), mengidentifikasi senyawa seperti borneol dan kamper dengan aktivitas antimikroba yang kuat terhadap dermatofita (MIC 0,32 µL/mL), menunjukkan manfaat untuk infeksi kulit (Rocha, M. I., et al., 2021).
3. Janbaz & Gilani (1995): Ekstrak metanol berair dari Artemisia maritima (500 mg/kg) menunjukkan efek hepatoprotektif pada tikus terhadap kerusakan hati yang diinduksi oleh acetaminophen dan karbon tetraklorida, secara signifikan mengurangi peningkatan enzim serum, memvalidasi penggunaan tradisionalnya untuk gangguan hati (Janbaz, K. H., & Gilani, A. H., 1995).
4. Aumeeruddy et al. (2018): Infus dan tingtur dari Artemisia campestris subsp. maritima menunjukkan inhibisi alfa-glukosidase (IC50 0.12 mg/mL) dan inhibisi tirosinase (IC50 0.08 mg/mL), menyoroti potensi antidiabetik dan pencerah kulit karena kandungan polifenol (Aumeeruddy, M. Z., et al., 2018).
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Artemisia maritima
1. Untuk apa Artemisia maritima digunakan?
Secara tradisional digunakan sebagai tonik pencernaan, untuk merangsang nafsu makan, mengobati demam intermiten, dan sebagai obat cacing untuk mengeluarkan cacing usus.
2. Apakah Artemisia maritima aman dikonsumsi?
Dalam jumlah kecil sebagai teh atau infus, umumnya aman, tetapi penggunaan berlebihan dapat menyebabkan gangguan saraf; konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan karena rasa pahit dan potensi toksisitasnya.
3. Dapatkah Artemisia maritima membantu pencernaan?
Ya, sifat karminatif dan stomakiknya membantu pencernaan, mengurangi kejang, dan meningkatkan nafsu makan, mirip dengan efek wormwood umum yang lebih ringan.
4. Apa saja senyawa aktif dalam Artemisia maritima?
Komponen utama meliputi fenolik, flavonoid, terpenoid seperti borneol, dan mineral seperti magnesium, kalsium, dan zat besi, yang berkontribusi pada bioaktivitasnya.
5. Bagaimana Artemisia maritima disiapkan?
Daun dan pucuk berbunga dipanen, dikeringkan, dan digunakan dalam infus, rebusan, atau tingtur; kadang-kadang sebagai penyedap dalam jumlah kecil.
6. Di mana Artemisia maritima tumbuh?
Asli daerah pesisir Eropa, dari Prancis hingga Jerman, ia tumbuh subur di rawa-rawa garam, tanah berpasir, dan daerah pesisir beriklim sedang dengan drainase yang baik.
7. Apakah ada efek samping dari Artemisia maritima?
Kemungkinan efek samping termasuk insomnia, kejang, atau gangguan pencernaan dalam dosis besar; hindari selama kehamilan karena efek emenagog.
8. Bisakah Artemisia maritima mendukung kesehatan hati?
Penelitian menunjukkan ekstraknya melindungi terhadap kerusakan hati yang diinduksi oleh bahan kimia, mendukung penggunaan tradisional untuk hepatoproteksi.
Baca Juga: Daftar Lengkap Tanaman Asli Afrika

