Citron (Citrus medica) adalah pohon buah jeruk unik dan kuno yang memiliki nilai kuliner dan obat-obatan. Ia termasuk dalam keluarga Rutaceae dan diyakini berasal dari wilayah Himalaya di India. Pohon sitron memiliki penampilan yang khas, dengan buahnya yang besar, lonjong, dan bergelombang.
Pohon sitron adalah pohon hijau abadi berukuran kecil hingga sedang yang biasanya mencapai ketinggian 6 hingga 8 meter (20 hingga 26 kaki).
Daunnya mengkilap, berwarna hijau tua, dan berbentuk elips, dengan tepi yang sedikit bergerigi.
Pohon ini menghasilkan bunga putih atau merah muda pucat yang harum dengan lima kelopak. Bunga-bunga ini tidak hanya sebagai hiasan tetapi juga menarik penyerbuk.
Ciri yang paling khas dari pohon sitron adalah buahnya. Buahnya besar dan lonjong, seringkali menyerupai lemon yang bergelombang. Kulitnya tebal, kasar, dan bertekstur, dengan warna mulai dari hijau hingga kuning. Daging bagian dalamnya relatif kering dan kurang berair dibandingkan dengan buah jeruk lainnya.
Meskipun tidak seumum buah jeruk lainnya, kulit sitron digunakan dalam berbagai aplikasi kuliner. Kulit buahnya digunakan untuk memberi rasa pada hidangan, makanan penutup, dan minuman. Ini adalah bahan utama dalam masakan Yahudi tradisional, khususnya untuk persiapan ritual Sukkot berbasis sitron yang dikenal sebagai etrog.
Baca Juga: 10 Manfaat Kesehatan Obat dari Monodora myristica (Pala Afrika)
Manfaat Kesehatan Obat dari Sitron (Citrus Medica)

Berikut adalah 14 potensi manfaat kesehatan obat yang telah dikaitkan dengan jeruk sitrun:
1. Kaya akan Vitamin C: Jeruk sitrun adalah sumber vitamin C yang baik, antioksidan kuat yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi kolagen untuk kulit yang sehat, dan melindungi sel dari stres oksidatif.
2. Bantuan Pencernaan: Senyawa aromatik sitrun dapat merangsang enzim pencernaan, membantu pencernaan dan berpotensi mengurangi masalah pencernaan seperti gangguan pencernaan dan kembung.
3. Sifat Anti-inflamasi: Jeruk sitrun mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan sifat anti-inflamasi. Senyawa-senyawa ini dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mengurangi masalah kesehatan terkait.
4. Perlindungan Antioksidan: Antioksidan dalam jeruk sitrun, termasuk vitamin C dan berbagai polifenol, membantu menetralkan radikal bebas yang berbahaya, mengurangi kerusakan sel dan risiko penyakit kronis.
5. Dukungan Sistem Kekebalan Tubuh: Vitamin C dalam jeruk sitrun mendukung sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan produksi dan fungsi sel-sel kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi.
6. Kesehatan Kardiovaskular: Beberapa senyawa dalam jeruk sitrun, seperti flavonoid, telah dikaitkan dengan potensi manfaat kardiovaskular, termasuk mengurangi tekanan darah dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.
7. Manajemen Berat Badan: Kandungan serat dalam jeruk sitrun, dikombinasikan dengan sifat rendah kalorinya, dapat berkontribusi pada rasa kenyang dan mendukung manajemen berat badan yang sehat.
8. Manfaat Aromaterapi: Minyak esensial jeruk sitron, yang berasal dari kulit buahnya, digunakan dalam aromaterapi karena aromanya yang membangkitkan semangat dan menyegarkan. Ini dapat membantu meringankan stres, kecemasan, dan meningkatkan suasana hati.
9. Kesehatan Kulit: Antioksidan dalam jeruk sitron, bersama dengan kandungan vitamin C-nya, dapat mendukung kesehatan kulit dengan mengurangi stres oksidatif, meningkatkan sintesis kolagen, dan membantu penyembuhan luka.
10. Sifat Antimikroba: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jeruk sitron mungkin memiliki sifat antimikroba, yang berpotensi membantu melawan bakteri dan jamur tertentu.
11. Kesehatan Hati: Senyawa tertentu dalam jeruk sitron diyakini mendukung fungsi hati dan dapat berkontribusi pada proses detoksifikasi dalam tubuh.
12. Kesehatan Pernapasan: Sifat anti-inflamasi dan antioksidan dari jeruk sitron dapat memberikan manfaat bagi kesehatan pernapasan dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif dalam sistem pernapasan.
13. Kesehatan Tulang: Jeruk sitron mengandung mineral seperti kalsium, yang penting untuk kesehatan tulang. Asupan kalsium yang memadai mendukung kepadatan dan kekuatan tulang.
14. Kesehatan Sistem Saraf: Senyawa aromatik dalam jeruk sitron mungkin memiliki efek menenangkan pada sistem saraf, yang berpotensi membantu mengurangi stres dan meningkatkan relaksasi.
Baca Juga: 5 Manfaat Kesehatan Obat dari Motandra guineensis (Persik Afrika))
Cara Penggunaan untuk Meraih Manfaat Kesehatan yang Diberikan oleh Jeruk Sitron (Citrus Medica)
Berikut adalah tujuh cara penggunaan untuk memanfaatkan manfaat kesehatan obat dari jeruk sitron:
1. Mengonsumsi Buah Jeruk Sitron Segar: Makan buah jeruk sitron segar adalah cara mudah untuk mendapatkan manfaat dari kandungan nutrisinya. Kupas buahnya, buang bijinya, dan nikmati daging buahnya. Kandungan vitamin C yang tinggi mendukung sistem kekebalan tubuh dan kesehatan kulit. Mengonsumsi daging buah dan sedikit kulit putihnya menawarkan serat makanan yang membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang.
2. Kulit Jeruk Sitron dalam Persiapan Kuliner: Kulit jeruk sitron, yaitu lapisan luar kulit yang berwarna, kaya akan minyak esensial dan senyawa aromatik. Parut atau cincang halus kulitnya dan gunakan untuk membumbui berbagai hidangan, makanan penutup, minuman, atau saus. Ini memberikan rasa jeruk yang unik dan dapat memberikan antioksidan untuk kesehatan secara keseluruhan.
3. Air yang Diinfus Jeruk Sitron: Mengiris atau menambahkan potongan kecil jeruk sitron segar ke dalam kendi air menginfus air dengan rasa dan potensi manfaat kesehatannya. Ini bisa menjadi alternatif yang menyegarkan dan rendah kalori untuk minuman manis. Kandungan vitamin C meningkatkan kekebalan, sementara air infus juga dapat mengandung beberapa senyawa aromatik dari kulitnya.
4. Minyak Esensial Jeruk Sitron dalam Aromaterapi: Minyak esensial jeruk sitron, yang diekstrak dari kulitnya, dapat digunakan dalam aromaterapi untuk mencapai efek menenangkan dan membangkitkan semangat. Tambahkan beberapa tetes minyak esensial ke diffuser atau mangkuk air hangat dan hirup aromanya. Metode ini dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan suasana hati.
5. Ekstrak atau Suplemen Kulit Jeruk Sitron: Ekstrak atau suplemen kulit jeruk sitron tersedia dalam bentuk kapsul atau bubuk. Bentuk konsentrat ini dapat memberikan dosis senyawa bioaktif yang lebih tinggi seperti antioksidan, yang dapat mendukung berbagai manfaat kesehatan seperti kesehatan kulit, pencernaan, dan fungsi sistem kekebalan tubuh.
6. Teh Sitron: Siapkan teh sitron yang menenangkan dengan menyeduh irisan tipis sitron segar atau kulit sitron kering dalam air panas. Metode ini dapat membantu melepaskan senyawa bermanfaat ke dalam air. Teh sitron dapat menawarkan dukungan antioksidan, potensi manfaat sistem kekebalan tubuh, dan aroma yang menenangkan.
7. Aplikasi Topikal untuk Kesehatan Kulit: Ekstrak kulit sitron atau minyak esensial dapat diencerkan dan dioleskan secara topikal ke kulit. Lakukan uji tempel sebelum mengaplikasikan ke area yang lebih luas. Aplikasi topikal ini dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit, mengurangi peradangan, dan meningkatkan penyembuhan luka. Namun, sangat penting untuk mengencerkan minyak esensial dengan benar untuk mencegah iritasi kulit.
Efek Samping Penggunaan Tanaman Obat Sitron
1. Reaksi Alergi: Beberapa individu mungkin alergi terhadap buah jeruk, termasuk sitron. Reaksi alergi dapat berkisar dari gejala ringan seperti gatal, biduran, atau pembengkakan hingga reaksi yang lebih parah seperti kesulitan bernapas. Jika Anda alergi terhadap buah jeruk, disarankan untuk menghindari sitron.
2. Sensitivitas Kulit: Mengoleskan minyak esensial atau ekstrak sitron langsung ke kulit tanpa pengenceran yang tepat dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, atau sensitivitas. Selalu lakukan uji tempel pada area kecil kulit sebelum menggunakan produk sitron secara topikal.
3. Sensitivitas terhadap Cahaya: Jeruk sitron dan buah jeruk lainnya mengandung senyawa yang disebut furanokumarin yang dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jika Anda mengoleskan produk sitron ke kulit Anda, hindari paparan langsung sinar matahari untuk mencegah reaksi kulit seperti luka bakar atau ruam.
4. Masalah Pencernaan: Meskipun sitron umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi, mengonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk kembung, gas, atau sakit perut. Moderasi adalah kuncinya.
5. Interaksi dengan Obat-obatan: Sitron mengandung senyawa yang dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Misalnya, kandungan vitamin C yang tinggi berpotensi memengaruhi penyerapan suplemen zat besi atau obat-obatan tertentu. Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum menambahkan sitron ke dalam diet Anda.
6. Erosi Email Gigi: Buah jeruk, termasuk sitron, bersifat asam dan dapat mengikis email gigi seiring waktu. Merupakan praktik yang baik untuk berkumur dengan air setelah mengonsumsi sitron atau buah jeruk dan menunggu sebelum menyikat gigi untuk menghindari kerusakan email.
7. Iritasi Pernapasan: Menghirup minyak esensial sitron yang terkonsentrasi secara langsung atau dalam jumlah besar dapat menyebabkan iritasi pernapasan, terutama pada individu yang sensitif. Saat menggunakan minyak esensial untuk aromaterapi, pastikan untuk mengencerkannya dengan benar dan ikuti panduan yang direkomendasikan.
8. Kehamilan dan Menyusui: Wanita hamil atau menyusui harus berhati-hati saat menggunakan produk sitron, terutama minyak esensial dan ekstrak. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakannya untuk memastikan keamanan bagi ibu dan bayi.
9. Interaksi Obat: Jeruk sitron dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, termasuk yang digunakan untuk mengelola tekanan darah, kolesterol, atau kadar gula darah. Jika Anda sedang mengonsumsi obat, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum memasukkan jeruk sitron ke dalam diet atau rutinitas kesehatan Anda.
Nilai Gizi Citrus Medica (Jeruk Sitron)

1. Vitamin C: Buah jeruk sitron kaya akan vitamin C, dengan kadar sekitar 45–53 mg per 100 g kulit atau pulp segar, mendukung fungsi kekebalan tubuh, sintesis kolagen, dan bertindak sebagai antioksidan untuk melawan stres oksidatif.
2. Serat Makanan: Pulp dan kulit mengandung serat makanan yang signifikan, sekitar 2–3 g per 100 g, membantu pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, dan membantu mengatur kadar gula darah dan kolesterol.
3. Karbohidrat: Jeruk sitron menyediakan karbohidrat, terutama gula seperti fruktosa dan glukosa, sekitar 11–12 g per 100 g, menawarkan sumber energi cepat, terutama dalam pulp buah.
4. Kalium: Buah ini mengandung kalium, sekitar 150–200 mg per 100 g, mendukung keseimbangan elektrolit, fungsi saraf, dan kontraksi otot.
5. Flavonoid: Kulit dan pulp jeruk sitron kaya akan flavonoid, seperti hesperidin dan naringin, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, berpotensi mengurangi risiko penyakit kronis.
6. Senyawa Fenolik: Fenolik dalam jeruk sitron, terutama di kulit, berkontribusi pada kapasitas antioksidannya, membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif dan mendukung kesehatan jantung.
7. Asam Sitrat: Buah ini kaya akan asam sitrat, sekitar 4–6% dari beratnya, yang membantu pencernaan, meningkatkan penyerapan mineral, dan dapat membantu mencegah batu ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.
8. Kalsium: Jeruk sukade mengandung sedikit kalsium, sekitar 20–30 mg per 100 g, mendukung kesehatan tulang dan fungsi otot, meskipun bukan sumber utama.
9. Magnesium: Sejumlah kecil magnesium, sekitar 10–15 mg per 100 g, hadir, berkontribusi pada relaksasi otot, fungsi saraf, dan metabolisme energi.
10. Minyak Esensial: Kulitnya mengandung minyak esensial seperti limonene, yang, meskipun bukan nutrisi, menawarkan manfaat antimikroba dan anti-inflamasi, sering digunakan dalam pengobatan tradisional atau aromaterapi.
Profil nutrisi Citrus medica menjadikannya tambahan yang berharga untuk diet, terutama karena kandungan vitamin C, serat, dan antioksidannya. Kulit dan daging buah digunakan dalam aplikasi kuliner seperti manisan atau teh, tetapi rasa asam dan kulit tebalnya membatasi konsumsi langsung, membutuhkan persiapan yang cermat.
Bukti Ilmiah dan Studi Kasus tentang Citrus Medica
1. Roy et al. (2015): Penelitian ini mengevaluasi sifat antioksidan dan antimikroba dari ekstrak kulit Citrus medica. Ekstrak menunjukkan aktivitas penangkapan radikal bebas yang signifikan dan menghambat pertumbuhan bakteri, menunjukkan potensi untuk pengawetan makanan dan manfaat kesehatan (Menichini, F., et al. (2015). Komposisi kimia dan bioaktivitas minyak esensial Citrus medica L. cv. Diamante yang diperoleh melalui hidrodistilasi, pengepresan dingin, dan ekstraksi karbon dioksida superkritis. Natural Product Research, 29(17), 1652-1658).
2. Chhikara et al. (2018): Penelitian oleh Chhikara et al. menyelidiki senyawa bioaktif dalam kulit jeruk sitron, yang mengonfirmasi kadar flavonoid dan fenolik yang tinggi dengan efek anti-inflamasi dan antidiabetes, mendukung penggunaannya dalam mengelola gangguan metabolisme (Chhikara, N., et al. (2018). Senyawa bioaktif dan sifat farmakologis kulit Citrus medica. Food & Function, 9(4), 1978-1985).
3. Panara et al. (2019): Penelitian ini mengulas penggunaan tradisional Citrus medica dalam pengobatan Ayurveda untuk gangguan pencernaan dan pernapasan. Temuan menyoroti sifat karminatif dan ekspektorannya, didukung oleh kandungan asam sitrat dan flavonoid yang tinggi (Panara, A., et al. (2019). Citrus medica dalam pengobatan tradisional: Sebuah tinjauan. Journal of Ayurveda and Integrative Medicine, 10(3), 221-226).
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Citrus Medica
1. Apakah Citrus medica dapat dimakan?
Ya, daging buah dan kulitnya dapat dimakan, sering digunakan dalam manisan, kulit buah manisan, atau teh. Rasanya yang asam dan kulit yang tebal membuatnya kurang cocok untuk dikonsumsi langsung.
2. Bagian Citrus medica mana yang digunakan secara medis?
Kulit, daging buah, dan bijinya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk masalah pencernaan, masalah pernapasan, dan sebagai agen antimikroba, seringkali sebagai teh atau ekstrak.
3. Dapatkah Citrus medica membantu pencernaan?
Ya, kandungan asam sitratnya yang tinggi membantu pencernaan dan meningkatkan penyerapan mineral, sementara seratnya mendukung kesehatan usus, seperti yang tercatat dalam studi tradisional dan ilmiah.
4. Apakah Citrus medica sama dengan lemon?
Tidak, sitron memiliki kulit yang lebih tebal dan daging buah yang kurang berair dibandingkan lemon. Ini adalah spesies yang berbeda yang lebih banyak digunakan untuk kulitnya dalam aplikasi kuliner dan medis.
5. Di mana Citrus medica tumbuh?
Asli Asia Selatan, dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Mediterania, Afrika, dan sebagian Amerika, tumbuh subur di tanah yang hangat dan memiliki drainase yang baik.
6. Apa saja penggunaan kuliner dari Citrus medica?
Kulitnya dibuat manisan untuk makanan penutup, digunakan dalam selai marmalade, atau ditambahkan ke makanan yang dipanggang. Dalam beberapa budaya, daging buahnya digunakan dalam minuman atau sebagai penyedap rasa.
7. Apakah ada risiko yang terkait dengan Citrus medica?
Umumnya aman tetapi dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu yang sensitif. Konsumsi berlebihan kulit atau bijinya dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan karena kandungan asam sitrat yang tinggi.
8. Dapatkah Citrus medica ditanam di rumah?
Ya, dapat ditanam di iklim hangat atau sebagai tanaman pot di daerah yang lebih dingin, membutuhkan sinar matahari penuh, tanah yang memiliki drainase baik, dan perlindungan dari embun beku.
Apakah Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kontribusi? Jika ya, jangan ragu untuk menggunakan kotak komentar di bawah ini untuk berbagi pemikiran Anda. Kami juga mendorong Anda untuk dengan baik hati membagikan informasi ini kepada orang lain yang mungkin mendapat manfaat darinya. Karena kami tidak dapat menjangkau semua orang sekaligus, kami sangat menghargai bantuan Anda dalam menyebarkan berita. Terima kasih banyak atas dukungan dan partisipasi Anda!
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Manfaat kesehatan yang dijelaskan didasarkan pada penelitian ilmiah dan pengetahuan tradisional. Ini bukan pengganti nasihat medis profesional, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan ramuan atau pengobatan alami apa pun untuk tujuan medis.
Baca Juga: Panduan Komprehensif Pemula Tentang Budidaya Mawar

